Lantik Pengurus Baru, Herfain Ingatkan IPMAH Bulukumba Sultra Jangan Terpecah karena Perbedaan

oleh
oleh
Lantik Pengurus Baru, Herfain Ingatkan IPMAH Bulukumba Sultra Jangan Terpecah karena Perbedaan
Momentum pelantikan pengurus IPMAH Bulukumba Sulawesi Tenggara periode 2026–2027, dengan Ariel Apriadi sebagai Ketua Umum yang baru dilantik.

Kendari, Britakita.net

Dewan Penasihat Ikatan Pelajar Mahasiswa Bulukumba (IPMAH) Sulawesi Tenggara (Sultra), Herfain, S.E., M.E., menyerukan pentingnya menjaga solidaritas, memperkuat persaudaraan, dan merawat nilai-nilai budaya di tengah dinamika organisasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam momentum pelantikan pengurus IPMAH Bulukumba Sulawesi Tenggara periode 2026–2027, dengan Ariel Apriadi sebagai Ketua Umum yang baru dilantik.

Herfain menegaskan bahwa perbedaan pendapat, latar belakang, maupun pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk merusak persatuan dan persaudaraan antarkader, terlebih bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman.

Menurutnya, IPMAH harus menjadi rumah bersama bagi mahasiswa Bulukumba di tanah rantau, tempat membangun kebersamaan, menjaga identitas daerah, serta saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Atas nama Dewan Penasihat, saya menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan sebuah amanah, tanggung jawab, dan komitmen untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi,” ungkap Herfain, Minggu 18 Oktober 2026.

Ia menjelaskan bahwa tema “Reaktualisasi Nilai Sipatokkong, Meneguhkan Mali Siparappe, Sipakainge, dan Sipakalebbi” mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.

Menurut Herfain, nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai ungkapan budaya semata, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan setiap aktivitas organisasi.

“Perbedaan pendapat, latar belakang, maupun pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan. Kita boleh berbeda dalam pemikiran, tetapi harus tetap bersatu dalam tujuan dan perjuangan,” tegasnya.

Alumni Pascasarja Halu Oleo itu mengingatkan bahwa kehidupan mahasiswa di tanah rantau memiliki tantangan tersendiri. Jauh dari keluarga dan kampung halaman membuat solidaritas serta kepedulian antarkader menjadi semakin penting.

BACA JUGA :  Ruksamin Dijadwalkan Hadiri Musda KAHMI Konut ke II

Karena itu, seluruh pengurus dan anggota IPMAH diharapkan mampu menjadikan organisasi sebagai ruang untuk membangun persaudaraan, menjaga identitas budaya, serta menumbuhkan rasa saling memiliki.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan kepentingan, persoalan pribadi, maupun dinamika internal tidak dibiarkan berkembang menjadi konflik yang dapat melemahkan organisasi.

“Kita berada di tanah rantau, jauh dari kampung halaman dan keluarga. Karena itu, IPMAH harus menjadi rumah bersama, tempat kita membangun persaudaraan, menjaga identitas, dan saling menguatkan. Jangan biarkan perbedaan kepentingan maupun persoalan pribadi merusak persatuan,” pesannya.

Menurut Herfain, solidaritas bukan sekadar slogan yang disampaikan dalam forum organisasi, melainkan nilai yang harus dibuktikan melalui tindakan nyata, seperti saling membantu, menghargai pendapat, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Lebih lanjut, Herfain menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi dalam membangun organisasi yang kuat dan berkarakter.

Sipatokkong harus menjadi semangat untuk saling menopang dan menguatkan. Mali Siparappe menjadi wujud kepedulian terhadap sesama. Sipakainge mengajarkan pentingnya saling mengingatkan dalam kebaikan, sedangkan Sipakalebbi menjadi dasar untuk menghormati dan memuliakan satu sama lain.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi pengurus periode 2026–2027 dalam menjalankan roda organisasi, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kader.

Ia juga mengingatkan bahwa tradisi organisasi tidak cukup hanya dibanggakan sebagai warisan masa lalu, tetapi harus menjadi sumber nilai untuk menjawab tantangan zaman.

Selain menjaga solidaritas, Herfain menitipkan tiga pesan penting kepada pengurus IPMAH Bulukumba Sulawesi Tenggara periode 2026–2027, yakni memperkuat kaderisasi, merawat solidaritas dan tradisi, serta meneguhkan ideologi perjuangan.

BACA JUGA :  Wujudkan Data Kelurahan Presisi, Pemkot Kendari Teken MoU dengan IPB

Ia berharap IPMAH tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa, tetapi juga ruang pembentukan karakter, intelektualitas, kepemimpinan, dan integritas. Kaderisasi harus mampu melahirkan mahasiswa yang kritis, beretika, berpengetahuan, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan daerah asalnya.

“Jangan hanya membangun organisasi yang ramai dengan kegiatan, tetapi bangunlah organisasi yang menghasilkan kader berkualitas dan mampu melanjutkan perjuangan,” jelas Herfain.

Ia turut menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap menjadi insan yang berpikir kritis, berpihak pada kebenaran, dan berani menyuarakan kepentingan masyarakat. IPMAH diharapkan mampu memberikan manfaat, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat Bulukumba dan Sulawesi Tenggara.

“Jabatan dalam organisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk belajar mengabdi. Organisasi yang besar bukan hanya organisasi yang memiliki banyak anggota, tetapi organisasi yang mampu melahirkan manusia-manusia berkarakter, berintegritas, dan bermanfaat bagi sesama,” tambahnya.

Herfain juga mengajak seluruh kader untuk terus menjaga nama baik Bulukumba melalui prestasi, perilaku, dan pengabdian. Tanah rantau hendaknya menjadi ruang untuk menempa diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.

Ia optimistis, dengan menjunjung tinggi nilai Sipatokkong, Mali Siparappe, Sipakainge, dan Sipakalebbi, IPMAH Bulukumba Sulawesi Tenggara dapat semakin solid, matang dalam kaderisasi, kuat dalam tradisi, dan teguh dalam perjuangan.

“Jalankan amanah dengan keikhlasan, bangun persaudaraan dengan ketulusan, dan lanjutkan perjuangan dengan keberanian,” tutup Herfain, S.E., M.E., Dewan Penasihat IPMAH Bulukumba Sulawesi Tenggara.