25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Pemkot Kendari Pungut Pajak Aktifitas Illegal Tambang Galian C di Nambo, Tiga KUB Aktif Menambang

Kendari, Britakita.net

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memungut pajak dari aktifitas Illegal Tambang Galian C di Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari. Dimana Pemkot Kendari diketahui Tanggal (16/8/21) lalu dengan tegas melarang aktifitas Galian C, dengan memasang Plang Larangan untuk tidak melalukan aktifitas apapun sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Kendari Nomor 1 tahun 2012 tentang RT/RW Kota Kendari tahun 2010-2030.

Pemumutan pajak pun dibernarkan oleh Kepala Seksi Analis Kebijakan Penetapan Dan Keneratan Wilayah 2, Bapenda Kota Kendari, Wismoyo saat dikonfirmasi diruangannya yang mengatakan bahwa dasar hukum pemumutan pajak itu tertera dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2009 dan turunannya Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang pajak daerah.

“Jadi untuk menerapkan aturan itu kami ada monitoring terlebih dahulu, dan ada Tiga Kriteria dia patut dipungut pajaknya pertama Subjek, Objek dan Objek Pajaknya. Dan setelah dilalukan evaluasi usai monitoring, semua kriteria terpenuhi olehnya itu dipungut pajaknya,” katanya.

Lanjut Wismoyo terkait dengan izin dari Objek tersebut Kota Kendari bukan merupakan wilayah pertambangan jadi tidak boleh dilakukan aktifitas pertambangan apa lagi menggunakan alat berat. Namun Bapenda tak melihat berizin atau tidak berizinnya aktifitas tersebut, yang jelas dikomersilkan dan ada transaksi itu wajib dikenakan pajak.

BACA JUGA :  Dikbud Konawe Minta Kepala Sekolah Terus Berinovasi Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

“Tetap dipungut pajak kalau merujuk ke aturan yang ada, dan kalau kami tidak memungut pajaknya kita dikatakan kecolongan bahkan bila itu terjadi KPK bisa tegur kami karena ada pembiaran,” katanya.

Koodinator Minerba Gol C, Bapenda Kota Kendari, Hamiruddin yang memiliki tugas melalukan penagihan pajak mengatakan dalam Tambang Galian C tersebut ada tiga Koperasi Unit Bersama (KUB) yang melakukan aktifitas diantaranya KUB Asry Perkasa, KUB Samaturu dan KUB Sinar Tosebo. Dimana tiga KUB tersebut aktif melakukan penggalian Pasir di Kelurahan Nambo meskipun ada larangan aktifitas oleh Pemkot Kendari karena merusak lingkungan.

Pemkot Kendari Pungut Pajak Aktifitas Illegal Tambang Galian C di Nambo, Tiga KUB Aktif Menambang
Pemasangan Plang Larangan Beraktifitas oleh Pemkot Kendari di Lokasi Penambangan Pasir di Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo tanggal 16 Agustus 2021 lalu. (Foto: Istimewa)

“Kami memungut Pajaknya setiap pasir Nambo yang mereka cuci kemudian dijual. Dan untuk besaran pajaknya itu sesuai dengan Pergub Sultra Nomor 36 Tahun 2020 yaitu Rp 40 Ribu per Empat Kubik Pasir yang telah di cuci,” katanya.

Lanjut Hamiruddin, ketiga KUB yang melalukan aktifitas tersebut dengan rutin mengirim hasil penambangan Pasir Nambo Illegal tersebut. Dimana Setiap bulannya Dua sampai Tiga kali mengirim Pasir Nambo menggunakan Kapal Tongkangm melalui salah satu pelabuhan umum di Kota Kendari.

BACA JUGA :  Cari Kayu Gaharu, Pria 44 Tahun Hilang di Hutan Larona 

“Untuk angka pasti berapa Ton atau Kubik mereka mengirim saya lupa. Yang saya masih ingat itu terakhir KUB Asry Perkasa mengirim 1.200 kubik pasir dan untuk dua KUB yang lain saya tidak ingat jumlahnya,” tutupnya.

Sebelum tim Britakita.net melakukan penulusuran lokasi pertambangan yang sangat dekat dengan Pantai Wisata Nambo salah satu tempat Wisata Favorit masyarakat Kota Kendari. Dimana untuk memasuki lokasi pertambangan dan pencucian pasir kurang lebih 1 Kilometer dari jalan Poros.

Saat memasuki lokasi tersebut pemandangan air keruh dan berlumpur terlihat jelas mengalir disungai-sungai kecil. Setibanya dilokasi pertambangan akan terlihat aktifitas Truck yang Hilir Mudik dengan memuat pasir Nambo, tak hanya teruk Alat berat seperti Excavator, Laoder, dan alat penggali yang berukuran besar aktif bekerja dan Plang Larangan beraktifitas yang di pasang oleh Pemkot Kendari masih terpasang kokoh meskipun spanduknya terlihat pudar.

Laporan: Tim Redaksi

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!