23.8 C
Kendari
Sabtu, Desember 3, 2022

Pemda dan KNPI Bombana Komitmen Bersama Tekan Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Bombana, Britakita.net

Pemerintah Kabupaten Bombana dan KNPI Bombana berkomitmen untuk bersama menekan angka kekerasan perempuan dan anak di wilayah tersebut.

Hal tersebut ditegaskan dalam diskusi publik dalam rangkaan peringatan Hari Anak Nasional di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Rabu (27/7/2022).

Bupati Bombnaa Tafdil mengungkapkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di bawah umur di Kabupaten Bombana sangat memprihatinkan.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat butuh perhatian serius dari tingkat keluarga, sosial terlebih pemerintah daerah, yang terus alami peningkatan hingga saat ini,” kata Tafdil.

Diungkapkannya, pada tahun 2021 tercatat ada 16 kasus kekerasan anak dan perempuan. Sementara pada tahun 2022 semester pertama sudah tercatat 11 kasus.

“Perempuan dan anak selalu menjadi sasaran kekerasan dan ini makin memprihatinkan karena dibandingkan tahun 2021 dan 2022 ini ada peningkatan. Jadi kita harus borongi dan PR semua dalam tugas pencegahan ini,” tegas Tafdil.

BACA JUGA :  Tagih Pajak Sarang Burung Walet, Pemkab Bombana Diprotes

Bupati Bombana dua periode ini menyebut, kekerasan perempuan dan anak dipicu kondisi rumah tangga yang labil antara suami dan istri, perceraian dan ekonomi yang terpuruk serta pengaruh minuman keras (Miras)

“Kita perlu bergandengan tangan untuk menekan angka kekerasaan ini agar jangan lagi terus terulang terhadap perempuan dan anak-anak di bawah umur,” kata Ketua DPD PAN Bombana tersebut

Tafdil juga menuturkan, pada 2021 di tengah pandemi COVID-19, kasus pelecahan anak-anak masih masih terjadi di saat aktivitas masyarakat terkurung. Apalagi tahun ini mulai ada kelonggaran.

“Semua harus kerja ekstra secara gotong royong menjaga anak baik di rumah maupun di lingkungan pergaulan,” imbuh bupati yang sebentar lagi purna bakti ini.

Dikesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Ketua KNPI Bombana, Muhammad Arham berharap, dengan tema Anak Terlindungi Indonesia Maju, dapat menjadi motivasi bersama dalam upaya menekan peningkatan kasus kekerasan.

“Semoga momentum peringatan Hari Anak Nasional yang bertemakan Anak Terlindungi Indonesia Maju dapat menjadi dorongan kita untuk terus berupaya menekan angka kekerasan demi tercapinya Kabupaten Layak Anak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Vaksinasi Tahap Empat, Pemkab Bombana Siapkan 38 Nakes di 22 Kecamatan 

Kata Arham sapaan akrabnya, menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak tentu kita perlu turun lapangan langsung memberikan edukasi terhadap korban kekerasaan tersebut .

“Dinas perlindungan anak harus jadi perhatian serius pemerintah daerah. Mengingat dukungan pemerintah terhadap anggaran sangan kurang sehingga perlu di perhatikan,” kan kasian kalau anggaran kecil sementara kasus kekerasaan ada di Kabaena dan di Poleang sana ,” tutur Arham.

Untuk itu kata Arham pendampingan korban kekerasan itu yang di butuhkan perempuan yang dapat memberikan sentuhan hati bukan menepatkan laki laki di lapangan.

“Pendampingan itu seyogyanya itu perempuan sehingga korban kekerasaan tidak segan segan untuk mencurahkan isi hatinya terkai yang sedang di alami korban tersebut ,” tutup Arham.

Penulis : Fendi

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!