23.8 C
Kendari
Sabtu, Desember 3, 2022

UHO Diminta Berhentikan Sementara Oknum Guru Besar, Atas Dugaan Kasus Pencabulan Mahasiswi

Kendari, Britakita.net

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) terus bergulir di Kepolisian. Tak hanya proses hukum, Dewan Kehormatan Kode Etik dan Disiplin (DKKED) UHO juga memeriksa Oknum Prof. BA (62) yang terduka sebagai terlapor kasus pelecehan seksual kepada Mahasiswa berinisial R (20).

Dan karena masih dalam proses, Organisasi Solidaritas Perempuan yang merupakan salah satu lembaga yang mendampingi Korban, meminta kepada pihak UHO agar Oknum Guru Besar BA diberhentikan sementara sebagai Dosen. Agar yang bersangkutan tak lagi mengajar, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

BACA JUGA :  Setelah Bunyi Duarrr, Api Besar Menyala di Tengah Salah Satu Warung Bakso di Kendari

“ Karena ini masih dalam proses hukum, seharusnya yang bersangkutan tidak mengajar dulu sementara sambil menunggu hasil dari kepolisian dan DKKED UHO ada hasil,” kata Ketua Solidaritas Perempuan Sultra, Hani Mutia.

Lanjut Hani, banyak kemungkinan yang bisa terjadi bila Oknum Dosen yang diketahui Mantan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO, masih aktif mengajar. Salah satunya akan mengganggu Psikologi Korban yang hingga kini masih aktif mengikuti perkuliahan karena masih berstatus Mahasiswa Semester IV.

“Korban pasti sangat trauma atas kejadian ini, Bully hingga perlakuan yang dapat merusak paikologinya sangat mungkin terjadi. Apalagi harus bertemu terlapor kembali mengajar pasti korban akan trauma,” katanya.

BACA JUGA :  Emosi Saat Ditagih SHU, Kepala Koperasi di Kendari Hajar ASN Hingga Pecah Bibir

Solidaritas Perempuan Sultra juga meminta kepada Kepolisian hingga pihak UHO untuk serius menangani kasus tersebut. Karena kasus ini harus menjadi perhatian seluruh pihak agar tidak ada lagi korban selanjutnya.

“Harapan kami kasus ini terus bergulir dan cepat selesai, agar kalau memang ada pelakunya. Maka pelaku itu harus disangsi sesuai hukum yang berlaku agar ada efek jerah dan menjadi pelajaran agar tidak ada lagi korban lain,” tutupnya.

Laporan: Mar

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!