Kendari, Britakita.net
Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dr. Putu Agustin Kusumawati menyebut Wartawan Kepo saat media ini mengulik Pembangunan Gedung Poliklinik dan Manajemen RSJ yang menelan anggaran Rp 30 miliar namun pembangunan Gedung tak selesai semuanya.
Ungkapan Kepo tersebut disampaikan Direktur RSJ Sultra saat media ini mengkonfirmasi pembangunan Gedung baru RSJ yang belum selesai 100 persen. Dimana menurut mantan Kadis Kesehatan Provinsi Sultra itu Pembangunan Gedung RSJ ditahun 2023 sudah sesuai dengan anggarannya, dimana untuk pekerjaan lantai Tiga dan Empat masih menunggu anggaran berikutnya.
“Kenapa Kepo semua ini wartawan, Tidak ada yang tidak sesuai pembangunan RS Jiwa tahun 2023. Dan telah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Clear Semua,” katanya.
Lanjut Direktur RSJ, Pembangunan Gedung disesuaikan dengan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 dimana Anggarannya hanya Rp 30 Miliar saja sementara untuk menyelesaikan keseluruhan Gedung dibutuhkan anggaran sebesar Rp 50 miliar.
“Memang dana yang diberi DAK hanya bisa lantai satu dan dua fungsional, harunya Rp 50 miliar lebih tapi hanya diberi Rp 30 miliar. Jadi menyesuaikan DAK tahun 2023 dari Kemenkes,” katanya.
“Jadi untuk lantai Tiga dan Empat hanya tembok saja supaya berdiri, Finishing beserta lift dan lain-lain kami masih carikan dan usulkan lagi, karena hanya Gedung manajemen lantai Tiga dan Empat masih bisa menyesuaikan untuk pelayanan. Dan tidak pengaruhi pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Untuk diketahui sebelumnya media ini memberitakan tentang Bangunan RSJ Provinsi Sultra yang Megah dari tampak depan saja. Karena setelah memasuki Gedung masih ada pekerjaan bangunan yang belum selesai yaitu Lantai Tiga dan Empat, dimana diketahui pekerjaan tersebut telah selesai tahun 2023 dan telah diresmikan July 2024 lalu.





