25.4 C
Kendari
Senin, Desember 5, 2022

Kontraktor Pembangunan PA Wangi-Wangi Bukan Pemenang Tender, Ini Klarifikasi KPA

Wakatobi, Britakita.net

Pembangunan gedung Kantor Pengadilan Agama (PA) Wangi-wangi yang berlokasi di Desa Sombu, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi dengan nilai kontrak sebesar Rp 28 milyar bersumber dari APBN, tuai kejanggalan.

Pasalnya, kontraktor pelaksana yang tertera pada papan proyek dilokasi pekerjaan berbeda dengan pemenang tender pada informasi tender yang ada di Website LPSE Mahkamah Agung.

Pada informasi tender Mahkamah Agung, tertera nama pemenang tender adalah PT Araz Mulia Mandiri sedangkan yang tertera pada papan proyek di lokasi pekerjaan adalah PT Trinaka Estu Manunggal.

Dengan begitu, diduga Informasi tender mengenai perusahaan pemenang pada pekerjaan proyek di LPSE MA itu tidak menjadi acuan pembuatan berita acara lelang.

Saat coba diklarifikasi ke Kantor Pengadilan Agama Wangi-wangi, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Riswan Sofyan membenarkan terdapat perbedaan antar kontraktor pelaksana proyek dan pemenang proyek pada website LPSE Mahkamah Agung.

“Terkait masalah yang diumumkan di LPSE dengan yang pekerja, itu kan wilayahnya pokja di pusat. Kami juga sudah konfirmasi dari Pokja itu memang terjadi perubahan pengumuman LPSE itu, yang seharusnya menang kan PT Trinaka,” ujarnya, Jum’at (26/08/2022).

BACA JUGA :  La Ode Nasrullah Angkat Bicara Soal Rencana Pemda Wakatobi Subsidi Pesawat Wings Air

Ia melanjutkan, telah terdapat laporan yang masuk pada Bareskrim pusat dan Bagian Pengawasan (Bapas) MA. Pada prosesnya, pihak Pokja MA juga telah melaporkan terkait adanya tahapan dan proses pada Bareskrim Pusat dan Bapas MA.

“Kami sebagai Satker menerima hasil dari Pokja itu berdasarkan berita acara hasil pemenang, itu yang kami terima. Jadi apa yang ada di LPSE itu dan yang bekerja berbeda,” katanya.

Riswan juga mengatakan jika pihak PT AMM beberapa kali sempat mengkonfirmasi dengan pihaknya, persoalan pihak PT AMM tidak dipanggil untuk pembahasan dan penandatanganan kontrak.

“Pemenangnya itu bukan dari PT Araz, yang menang itu PT Trinaka, kemudian dia tanyakan kenapa dia berbeda, itu nanti konfirmasi ke Pokja nya langsung di MA kenapa ada perubahan seperti itu, adapun proses itu nanti Pokja yang menjelaskan karena bukan wilayahnya kami,” ujarnya.

BACA JUGA :  Karang Taruna Wakatobi Bakal Selenggarakan Turnamen Tingkat Kabupaten

Sementara itu, terkait jangka waktu pelaksanaan yang tercantum pada papan kontrak tahun anggaran 2022-2023, Riswan meluruskan jika pelaksanaan tahun 2022, ambang waktu yang ditentukan hingga pada tanggal 31 Desember dengan maksimal penggunaan anggaran 60 persen.

“Istilahnya begini, kami diberikan anggaran Rp 28 milyar lebih itu dibagi dua tahap, 2022 dan 2023. Ini pertanyaannya uangnya apakah ada atau tidak ada masih tanda tanya, kalau dalam bahasa keuangan itu dibintang, istilahnya kita masih sementara diblokir ini yang 40 persennya,” terangnya.

Sehingga tahun 2022 ini pihaknya mengelola anggaran terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut sebesar 60 persen dari Rp 28 Milyar lebih, sehingga dapat dikalkulasi sebesar 17 Milyar lebih.

Ia mengakui, kontraktor pelaksanaan sudah melakukan permintaan tahap pertama untuk pekerjaan pembangunan kantor PA Wangi-wangi.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen pembangunan gedung kantor pengadilan agama Wangi-wangi, Salahudin, tidak merespon saat coba dimintai keterangan oleh awak media melalui via telpon.

Laporan: Samidin

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!