Kepsek SDN 61 Kendari Dinilai Tak Peduli dengan Kesehatan Muridnya

waktu baca 3 menit
Rabu, 30 Agu 2023 13:39 0 1967 redaksi

Kendari, Britakita.net

Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Sulawesi Tenggara (Sultra) sesalkan minimnya perhatian Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 61 Kendari terhadap kebersihan lingkungan toilet yang mengancam kesehatan siswa.

Padahal toilet sekolah yang bersih dan sehat sangatlah penting untuk kesehatan siswa dan lingkungan belajar yang baik. Bagaimana tidak, masalah kesehatan umum seperti diare, infeksi, hepatitis A, demam tiroid, disentri, kolera, cacingan, tifus dapat disebabkan oleh kondisi toilet yang tidak higienis.

Pasalnya, pada tahun 2022 dibawah kepemimpinan Maizena (Kepsek) SDN 61 sebelumnya. Sekolah ini mengharumkan Nama Kota Kendari sebagai sekolah terbaik program sekolah sehat tingkat nasional se Indonesia Timur.

“Dulu kami warga yang tinggal di sekitaran sekolah ini sangat bangga mendengar bahwa SDN 61 ini mendapat  juara kebersihan tingkat nasional. Hari ini sangat terpuruk kebersihannya. Kita kemarin masuk ke toilet kaget joroknya minta ampun,” kata Dewan Pembima AP2 Sultra La Ode Hasanuddin Kansi saat ditemui awak media, Selasa (29/8/23).

Ia menilai, Kepsek SDN 61 Kendari ini tidak bertanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Padahal kebersihan lingkungan sekolah itu sangat penting untuk kesehatan para siswa dan siswi yang sedang mempuh pendidikan.

Bukan hanya persoalah kebersihan, lanjut pria bertubuh kekar itu, ia juga membenerkan bahwa kurangnya perhatian oleh kepala sekolah terhadap adanya Air bersih sehingga membuat lingkungan sekolah kotor dan tidak terawat yang akan berdampak pada  gangguan Kesehatan siswa dan siswi.

“Hal ini tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari untuk segera mengefaluasi jabatan Kepala Sekolah SDN 61 Kendari ini, karna memang ibu kepsek ini sudah tidak layak karna perhatianya terhadap kebersihan lingkungan sekolah sudah tidak ada,” tegasnya.

Bukan hanya itu, ia juga membeberkan persoalan krusial yang harus menjadi perhatiaan adalah pada peringatan Kemerdekaan RI yang ke 78  kepala Sekolah di duga melakukan pungli pada peserta Gerak Jalan yang dipungut biaya sebesar Rp 260.000 per siswa kemudian diturunkan sebesar 160.000 dengan alasan hasil rapat bersama namun pungutan tersebut sempat di kembalikan pada siswa yang sudah membayar setelah mendapat teguran oleh komite sekolah.

Selain itu ia menilai bahwa Kepsek juga telah semena-nama dalam menjalankan tugasnya dengan memberhentikan pegawai kebersihan secara sepihak dengan alasan tidak bersedia menjalankan tugas dan membebankan biaya kebersihan sampah sekolah kepada pedagang Sekolah (Kantin).

“Lebih lengkapnya nanti kita rincikan dalam bentul laporan untuk ke Kejaksaan Negeri Kendari” tutupnya.

Sementara itu, Kepsek SDN 61 Kendari Hudaya menyebut, bahwa kondisi toilet di SDN 61 Kendari ini memang sudah tidak layak lagi untuk digunakan.

“Saya kan baru empat bulan disini, wc itu memang bukan baru dibangun, sudah berkarat memang mi pas saya datang. Jadi biar juga digosok harilnya tetap begitu,” ujarnya saat dikomfirmasi melalui via telepon, Rabu (30/8/23).

Penulis : Rizal
Editor : Red

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




LAINNYA
error: Content is protected !!