Hanya Semangat Diawal, Pekerjaan Penataan Pedistrian Eks MTQ Dinilai Tak Akan Selesai Tepat Waktu

oleh -21 Dilihat
oleh
Hanya Semangat Diawal, Pekerjaan Penataan Pedistrian Eks MTQ Dinilai Tak Akan Selesai Tepat Waktu

Kendari, Britakita.net

Pekerjaan Penataan Pedistrian jalan dan Taman di Kota Kendari tepatnya Eks MTQ Kota Kendari yang menelan anggaran Rp 20,3 miliar yang berasal dari APBD Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dinilai tak dapat selesai tepat Waktu. Dimana diketahui pekerjaan tersebut memiliki masa Waktu kerja selama 180 Kalender yang dimulai 26 Agustus dan selesai 31 Desember 2024.

Salah satu indikator penilaian pekerjaan tersebut tidak dapat selesai tepat Waktu karena kurangnya sumber daya yang melaksanakan pekerjaan. Diketahui Bersama diawal-awal pekerjaan Proyek dimasa kepemimpinan Pj Walikota Kendari Muhammad Yusuf, setiap sudut lokasi pekerjaan ada Tukang atau pekerja yang dilihat sibuk bekerja bahkan para pekerja terlihat lembur karena bekerja hingga malam hari.

Namun setelah beberapa minggu pekerjaan dimulai, para tukang yang bekerja sudah mulai berkurang bahkan tidak ada lagi pekerjaan yang dilakukan hingga malam hari (lembur red) dibeberapa hari terakhir, sehingga pekerjaan tersebut terlihat semangatnya diawal saja.

Hanya Semangat Diawal, Pekerjaan Penataan Pedistrian Eks MTQ Dinilai Tak Akan Selesai Tepat Waktu

Olehnya itu Bendahara Umum (Bendum) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sultra, Ir. Edy Salam menilai pekerjaan yang menelan anggaran yang fantastis ini tidak dapat selesai tepat Waktu. Karena ada salah satu untuk yang tidak dipenuhi rekanan dalam melaksanakan pekerjaan ini.

“Kalau di Kontraktor itu ada tiga Unsur sebuah pekerjaan bisa selesai dengan cepat dan tepat, diantaranya Sumber Daya Manusia, Peralatan dan Keuangan. Ketiganya ini saling berkaitan salah satunya tidak maksimal maka saya sanksi pekerjaan itu tidak akan maksimal,” katanya.

BACA JUGA :  KONI Sultra Periksa Kesehatan 52 Atlet PON Beladiri II di RSUD Bahteramas

“Nah di Pekerjaan Pedistrian ini Sumber Daya Manusianya yang kurang, percuma ada uang dan peralatan kalua SDMnya seperti pekerja atau tukangnya yang tidak maksimal,” tambah Edy Salam.

Hanya Semangat Diawal, Pekerjaan Penataan Pedistrian Eks MTQ Dinilai Tak Akan Selesai Tepat Waktu
Wakil Ketua PW Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sultra itu, mengatakan bahwa pekerjaan Pedistrian yang dilaksanakan oleh Pemkot Kendari harusnya Full Manajemen karena pekerjaan ini berada dipusat kota dan menjadi perhatian banyak orang. Bahkan lokasi pekerjaan tersebut diapit oleh dua kantor Penegak Hukum yaitu Kejaksaan Negeri Kendari dan Kejaksaan Tinggi Sultra.

“Jadi pekerjaan ini harusnya bisa selesai tepat Waktu tapi Manajemen rekanannya yang tidak maksimal, maka pekerjaannya tidak maksimal pula. Awalnya yang kerja ramai tapi kesini-kesininya berkurang mi tukangnya,” katanya.

Mantan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) dua periode itu juga menyoroti pekerjaan Rabat Betonnya, pasalnya menurut prediksinya Beton yang digunakan minimal K200 atau K225 yang setara dengan Paving Blok. Dan juga ada usia beton mulai dari 7 Hari, 14 hari dan 28 Hari, dimana pada usia beton tersebut tidak boleh ada aktifitas diatas beton tersebut.

BACA JUGA :  CCTV Diperluas, Komitmen Pemkot Kendari Jamin Keamanan Warganya

“Jadi ada usia beton, dan selama usia beton itu tidak boleh ada aktifitas diatasnya apalagi ada bangunan baru diatasnya. Lewat jalan kakipun tidak boleh karena beton itu terlihat kering tapi belum masak maksimal teksturnya, dan setahu saya bisa cepat sampai 7 hari kalua dikasih campuran zat adiktif,” paparnya.

Hanya Semangat Diawal, Pekerjaan Penataan Pedistrian Eks MTQ Dinilai Tak Akan Selesai Tepat Waktu

Ir Edy Salam juga menambahkan secara kajian Teknis pekerjaan Penataan Pedistrian ini bisa dilakukan tepat Waktu sesuai dengan Kontrak Pekerjaan 180 hari Kalender. Namun dengan Manajemen pekerjaan yang full dan memenuhi Tiga Unsur yaitu SDM, Peralatan dan Keuangan, namun faktanya dilapangan SDMnya sangat terbatas.

“Sesuai Kajian Teknis pasti bisa selesai, tapi tergantung Impilaksinya dilapangan, Karena biar Dua tahun tidak akan selesai kalau Tiga Unsurnya tidak memenuhi,” tutupnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan Penataan Pedistrian Jalan dan Tamandari, Almuna yang dikonfirmasi media ini belum bisa memberikan komentar. Karena dirinya sedang melakukan perjalanan Dinas diluar daerah.

“Saya lagi diluar daerah urus DAK,” kata Almuna yang merupakan salah satu pejabat di PU Kota Kendari.

Pj Walikota Kendari, Muhammad Yusuf yang sebelumnya ditemui usai keluar dari kantor Kejaksaan Negeri Kendari, menegasakan pekerjaan Penataan Pedistrian Eks MTQ harus selesai tahun 2024.

“Harus selesai lah, kontraknya sampai 31 Desember,” katanya.