Kendari, Britakita.net
Sebanyak 36 sekolah jenjang SMA dan SMK se Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terlibat dalam produksi minyak goreng tradisional berbahan dasar kelapa.
Produksi minyak goreng tradisional yang dilakukan secara massal dengan melibatkan siswa dan guru ini diinisiasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Konsel.
Progam ini sendiri digagas Ketua DPD KNPI Sultra, Alvin Akawijaya Putra bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi (Dikbud) Sultra.
Gubernur Sultra, Ali Mazi secara daring telah meresmikan agenda produksi minyak tradisional ini untuk dilaksanakan di seluruh SMA dan SMK se Sultra.
Untuk di Konsel, produksi minyak tradisional dilaksanakan secara terpusat dengan mengambil tempat di SMA 4 Konsel. Tak kurang dari ratusan tungku dimasak untuk menghasilkan minyak.
Ketua KNPI Konsel, Aliyadin Koteo mengatakan, dari hasil pengolahan minyak kelapa tersebut akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu.
“Tadi hasilnya mencapai ratusan liter, ini rencananya akan dibagikan kepada warga kurang mampu,” kata Aliyadin ditemui disela pemantauan produksi minyak, Sabtu (2/4/2022).
Kedepannya, kata Aliyadin, KNPI Sultra dibawah kepemimpinan Alvin Akwijaya Putra dan KNPI di Konsel akan terus bersinergi dalam menjawab keluhan-keluhan masyarakat.
“Kami sendiri akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk membantu menjawab keluhan masyarakat,” tegas Aliyadin.
Sementara itu dalam sambutan peresmian program ini, Ketua DPD KNPI Sultra Alvian Akawijaya Putra mengatakan, program ini dalam rangka menjawab kelangkaan minyak.
Menurunya, program ini sengaja digagasnya untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan minyak goreng menjelang bulan Ramadan.
“Disamping itu, KNPI ingin mendorong semangat kreatifitas siswa dalam membantu pemulihan ekonomi,” kata Ketua KNPI Sultra versi Ketua DPP KNPI Noer Fajriansyah ini.
Laporan: Rizal Saputra/Editor: Up





