Disuruh “Ngelonte” hingga Dihantamkan Kursi Oleh Suaminya, IRT di Konawe Lapor Polisi

oleh -53 Dilihat
oleh
Disuruh “Ngelonte” hingga Dihantamkan Kursi Oleh Suaminya, IRT di Konawe Lapor Polisi

Konawe, Britakita.net

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial R (39) melaporkan suaminya, MI ke Polres Konawe atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Laporan tersebut dibuat setelah R mengaku mengalami kekerasan fisik dan verbal pada Jumat 23 Januari 2025.

Menurut R kekerasan terjadi pada Jumat 23 Januari 2025 malam sekitar  18.14 wita di rumah mereka di Kelurahan Bose – bose, Kecamatan Wawatobi, Kabupaten Konawe. MI diduga memukul R dengan kursi saat terjadi pertengkaran hingga taksadarkan diri.

“Dia (MI) tinju muka ku, dan kemudian dia dobol dengan kursi, hingga jatuh dan pingsan,” ujar korban kepada media ini, Kamis 30 Januari 2025.

Hal itu kata R, bermula lantara menanyakan uang saku yang sang suami dapat usai mengikuti kegiatan di salah satu hotel di Kota Kendari. Namun sang suami menjawa untuk apa saya kasi kau uang.

BACA JUGA :  Kenal Lewat Medsos, Bocah 14 Tahun “Dijual” Diaplikasi Hijau

“Saya jawab jelas to kau kasi saya uang karna saya ini istrimu, ibu rumah tangga,” ucapnya

Namun sang suami tidak memberikan uang dan hanya meyuruh R untuk mencari sendiri uang dengan cara bekerja sebagai pekerja seks komersial.

“Kalau kau mau pegang uang kau jadi lonte,” ujar R menirukan perkataan sang suami MI.

Sehingga cekcok mulut terjadi antara kedua bela pihak, “tidak lama dia berdiri mi tinju muka ku. Tidak puas dia tinju saya dia keluar ambil kusri di teras dia hantamkan kepala ku sampai saya pingsan,” ucapnya.

BACA JUGA :  Kasus PT Antam, Diduga Ada Aliran Dana ke Pejabat Kejati Sultra, Asintel: Kami Cek Dulu

Hal yang dialami seorang ibu rumah tangga ini bukan kali pertama terjadi, ini merupakan yang ketiga kalinya setelah 2015 dan 2013 lalu pun terjadi. “Saya sudah tidak tahan lagi. Ini bukan pertama kalinya. Saya takut nyawa saya terancam,” ujar R  kepada media ini.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan opeh pihak kepolisian. R mengaku menolak upaya atur damai dan ingin tetap melanjutkan kasus ini sampai selesai.

“Tadi kami dipanggil mediasi untuk atur damai tapi saya tidak mau untuk damai, saya tetap kukuh untuk melanjutkan kasus ini,” tegasnya.