26.1 C
Kendari
Senin, Desember 5, 2022

Camat: Berbulan-bulan Tidak Ada BBM di APMS Roko-roko, Ternyata BBM Jatah Disini Dijual di Wilayah Lain

Konkep, BritaKita.net

Camat Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Iskandar mengaku geram saat mengetahui jika Bahan Bakar Minyak (BBM) yang seharusnya dikirimkan ke wilayahnya, malah dijual di wilayah lain.

Kegeraman Iskandar tersebut diungkapkannya saat mengomentari soal temuan jika pengelola Agen Premium Minyak Solar (APMS) Roko-roko diduga melakukan pelanggaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Pasalnya, BBM jenis pertalite itu ketahuan dibongkar dan diperjualbelikan diluar APMS dan bahkan ditempat terpencil, di belakang sebuah Gudang Tabung Gas LPG pada Minggu 21 Agustus 2022 lalu.

Gudang itu ditengarai milik PT Tenri Putri Tarigasindo (grup usaha pemilik APMS Roko-roko) di Desa Pasir Putih, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Padahal seharusnya, BBM tersebut dibongkar dan diperjualbelikan di APMS Roko-Roko dengan nomor 76.933.18 yang berada di Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konkep.

Kepada awak BRITAKITA.net, Iskandar mengungkapkan jika sudah beberapa bulan BBM untuk APMS di Desa Roko-Roko tidak pernah masuk.

“Sudah lama tidak masuk BBM di Roko-Roko mungkin karena kondisi jalan rusak,” kata Iskandar. (23/8/2022).

Mantan pelaksana Desa Teporoko itu juga menuturkan, kondisi jalan rusak yang disampaikan pengelola APMS Roko-roko, sebagai alasan penjualan diluar APMS disebutnya hanya dalih untuk menutupi dugaan pelanggaran.

BACA JUGA :  CBC dan SBN Gelar Festival Lomba Lulo Kreasi Berhadiah Total Rp 15 Juta, Begini Cara Daftarnya

Sebab, kata Iskandar, jika pengelola APMS serius ingin mendistribusikan BBM hingga ke Roko-roko, pihaknya tentu siap membantu untuk mencarikan rute lain, karena jalanan ke wilayah yang dipimpinnya itu memang rusak berat.

“Jika memang terkendala di akses jalan, tetapi masih ada solusi lain yaitu lewat laut. Kalau memang mereka menggunakan jalur laut pasti BBM saat ini sudah ada di AMPS,” ungkap Iskandar.

Namun dirinya menilai, pengelola APMS terkesan tidak serius dalam melakukan distribusi. Dirinya menduga pengelola sengaja tidak mendistribusikan BBM ke Roko-roko karena sengaja ingin dijual ke wilayah lain.

“Pihak APMS terkesan tidak mau ambil pusing. Maknanya mereka hanya berpikiran antar BBM hanya bisa lewat darat saja. Sampai sekarang ini saya belum diinformasikan soal BBM ternyata dialihkan (ke wilayah lain),” tegas Iskandar.

Tidak hanya camat, kondisi kelangkaan BBM juga dikeluhkan warga Desa Roko-Roko yang mengaku terganggu aktifitasnya akibat tidak adanya BBM diwilayah tempat tinggalnya itu.

Ia juga membenarkan jika sudah lama BBM tidak di pasok ke APMS Roko-roko. parahnya pihak pengelola tidak dapat memberikan solusi agar BBM dapat sampai di Roko-Roko.

“Lama sekali ini BBM tidak masuk di Roko-roko ada mi kayaknya tiga bulan lebih, baru tidak alternatifnya mereka bagimana mereka bisa mengantar di sini,” singkat warga yang minta namanya tidak ditulis.

BACA JUGA :  Akhir Masa Jabatan, Kades Wawolaa Komitmen Persembahkan yang Terbaik Untuk Desa dan Masyarakat

Sementara itu, menanggapi dugaan “penyelewengan” distribusi BBM di APMS Roko-roko, Direktur PT. Tendri Pulau Wawonii (TPW), Ady Faisal Prawidya menyebut dalih kondisi jalan adalah alasan sepihak dari pengelola APMS.

Ady Faisal Prawidya mengatakan jika akses menuju AMPS Roko-Roko tidak bisa di lalui kendaraan BBM, maka seharusnya pengelola APMS meminta bantuan Pemerintah Daerah (Pemda).

Faisal yang akrab disapa Ical ini mengaku, dirinya pernah mengalami kondisi yang sama. Solusinnya waktu itu, lewat jalur laut dengan cara bersurat ke Pemda untuk meminjam pelabuhan GKP dalam proses bongkar muat BBM.

“Selanjutnya Pemda menyurat ke pihak Syahbandar, nanti pihak syahbandar yang berkomunikasi dengan pihak GKP bahwa hal ini adalah kepentingan orang banyan,” jelas Ical .

Selain itu, Ical juga menegaskan, jika memang karena alasan jalan akses menuju APMS tidak bisa di lewati kendaraan BBM, maka pihak BBM seharusnya menunda untuk mengerluarkan atau memasok BBM.

“Saya rasa pihak BBM tau soal pending. Mending tidak ada sama sekali BBM dari pada terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, seperti halnya kebakaran,” pungkas Ical.

Laporan : Aan Ahmad

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!