23.8 C
Kendari
Sabtu, Desember 3, 2022

Berkas Penganiayaan Site Manager PT GMS “Tidur” di Polda Sultra

Kendari, Britakita.net

Kepolisian Daerah (Polda) Sultra Didesak segera melakukan penahanan terhadap pelaku penganiayaan yang dilakukan Site Manager PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS), Muhammad Aris.

Desakan itu diungkapkan Oldi Apriyanto SH selaku Penasihat Hukum (PH) korban, Alfan Patria Masagala melalui sambungan selulernya, Jumat (26/8).

Dirinya juga mempertanyakan kinerja penyidik Polda Sultra selaku yang menangani perkara tersebut. Pasalnya, sampai saat ini, pelaku Muhammad Aris sampai saat ini belum juga dilakukan penahanan.

“Ada apa ini dengan pihak Polda Sultra, kenapa pelaku (Site Manager PT GMS red) sampai saat ini belum ditahan. Sementara dua alat bukti untuk dilakukan penganan itu sudah ada,” tanyanya dengan nada kesal.

BACA JUGA :  Razia Kamar Hunian Jelang Idul Fitri, Penghuni Lapas Perempuan Kendari Ketahuan Simpan Barang Terlarang

Dikatakan jika laporan tindak penganiyaan terhadap kliennya itu dilaporkan di Kepolisian Sektor (Polsek) Laonti dengan nomor TBL/06/IV/2022/SPK pada 21 April lalu saat Muhammad Aris melakukan penganiayaan.

Akan tetapi, sambung dia, berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) jika perkara penganiyaan diambil alih Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan (Konsel) dengan nomor  nomor: B/59/V/2022/Satreskrim tertanggal 23 Mei 2022.

Tak berselang lama, tiba-tiba ada lagi SP2HP dengan nomor: B/318/V/2022/Dit.Reskrimum tertanggal 30 Mei 2022 jika perkara tersebut diambil alih oleh Polda Sultra.

“Hal ini lah yang menjadi pertanyaan besar mengapa kasus yang sebenarnya kasus biasa seolah-olah dibuat luar biasa dan penanganannya dibuat sangat rumit seperti kasus pembunuhan,” kesalnya.

BACA JUGA :  Oknum Dosen UHO Resmi Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Mahasiswi, Begini Ancaman Hukumannya

Olehnya itu, dirinya mempertanyakan tindakan penyidik Polda Sultra selaku yang menangani perkara tersebut. Sebab, sampai saat ini tidak ada progres dalam menangani adanya tindak pidana.

“Padahal kasus ini sudah mempunyai bukti permulaan yang cukup merujuk pada Pasal 1 angka (14), Pasal 17 dan pasal 21 ayat (1) KUHAP sepanjang dimaknai minimal dua alat bukti sesuai Pasal 184 KUHAP,” jelasnya.

Bahkan, sambung dia, korban juga telah dilakukan visum dan berdasarkan hasil visum tersebut, ditemukan adanya luka pukulan pada mata kiri korban.

“Olehnya itu, kami mendesak Polda Sultra untuk segera menetapkan Muhammad Aris sebagai tersangka,” tegasnya.

Laporan: Mar

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!