Kendari, Britakita.net
Beberapa Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menginginkan adanya perubahan dalam kepengurusan PBSI Provinsi Sultra. Karena diperiode 2020-2023 Pengprov PBSI Sultra dinilai tak transparan dalam pengelolaan anggaran dan tak konsisten dalam menentukan aturan pertandingan Batminton.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Pengkab PBSI Konawe Selatan (Konsel) Asruddin yang mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Pengprov PBSI Sultra. Salah satunya dalam menentukan aturan harus konsisten, karena beberapa moment salah satunya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra beberapa waktu lalu, dimana dalam aturan yang dikeluarkan PBSI Sultra tidak konsisten.
“Bayangkan saja jauh sebelum Porprov di gelar ada peraturan yang dikeluarkan oleh PBSI Sultra, dan kami di Kabupaten memperisapkan apa yang menjadi aturan. Namun kurang lebih sebulan Porprov di gelar aturan itu berubah yang membuat kami ketetaran,” kesalnya saat dikonfirmasi media ini Jumat (6/10/23)
Karena adanya aturan yang berubah dari Pengprov PSBI secara mendadak diwaktu Porprov yang sudah tidak lama lagi, banyak Pengkab yang dirugikan. Salah satunya Pengkab Konsel yang sudah mempersiapkan atlet ujung-ujungnya tak masuk dalam kualifikasi aturan yang telah berubah.
“Olehnya itu dimoment Musprov PBSI besok (7/10/23) akan ada pemilihan ketua baru, kami berharap ketua nanti bisa memberikan perubahan untuk PBSI Sultra salah satunya itu konsisten dalam setiap keputusan,” harapnya.
Asrudidin juga menambahkan, agar pengurus yang terpilih nanti bisa lebih transparan lagi masalah anggaran yang dikelola oleh Pengprov Sultra. Karena Pengkab memiliki hal mengetahui anggaran apa saja yang dikelola oleh Pengprov.
“Anggaran tidak transparan, olehnya itu kami meminta kedepan bisa transparan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Pengkab PBSI Kolaka Utara (Kolut), Faisal Ramli yang juga dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa Pengprov PBSI Sultra saat ini harus ada perubahan dan regenerasi. Karena Pengprov saat ini menurutnya tak maksimal menjalankan organisasi bergengsi dan telah melahirkan atlet Internasional ini.
“Moment Musprov ini haru ada perubahan, banyak yang perlu diperbaiki di PSBI Sultra. Dan harapan kami yang memimpin nantinya bisa membawa PBSI Sultra lebik baik lagi dan yang terpenting adanya transparansi keseluruh pengurus,” harapnya.
Faisal juga menambahkan PBSI Sultra memiliki event-event tahun yang wajib dilakukan dan kedepan kegiatan itu harus dilakukan dibeberapa kabupaten jangan menetap disatu daerah saja. Dengan tujuan seluruh Pengkab bisa tersentuh dan merasakan euforia PBSI Sultra.
“Jangan bikin kegiatan monoton, harus tersentuh semua. Pokoknya harapan kami ada penyegaran di PBSI Sultra ini,” katanya.






