25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Soal Dugaan Pelecehan Seksual di UHO, Ini Komentar Wali Kota Kendari

Kendari, Britakita.net 

Pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen di Universitas Halu Oleo (UHO) kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah heboh dijagat media sosial (Medsos).

Dugaan kasus tersebut pun turut dikomentari Wali Kota Kendari Sulkarnsin Kadir. Menurutnya, pada dasarnya semua orang tidak ingin mendapatkan perlakuan (pelecehan seksua) seperti demikian.

“Tidak satu pun kita berkeinginan untuk mendapatkan perlakuan-perlakuan yang tidak layak itu,” kata Sulkarnain Kadir, saat ditemui di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota, Senin 25 Juli 2022.

Alumni Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi UHO berharap, tenaga pendidik maupun peserta didik tidak membuka ruang terhadap  perlakuan pelecehan seksual sebagaimana yang diduga terjadi di Kampus UHO.

“Semua menjaga diri untuk tidak membuka ruang untuk mendapatkan perlakuan seperti itu. Jadi semua mengawasi diri, kalau saya kita kembali hidup inikan ada normanya ada aturan yang mengatur kita yang kemudian kalau kita langgar pasti kan ada dampaknya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Polisi Ringkus Enam Pelaku Teror Busur di Kendari, Satu Pelaku Disebut Otak Aksi Teror

Untuk itu, dirinya menghimbau tenaga pendidik khususnya di skala kampus untuk menghadirkan standar nilai-nilai etika karna itu penting untuk tidak terjadi pelecehan seksual.

“Saya menghimbau untuk kita semua lebih menghadirkan standar nilai etika bagi diri kita masing-masing, baik oleh tenaga pendidiknya ataupun siswa didiknya baik itu di kampus ataupun di sekolah karna ini semua ruangnya terbuka,” imbaunya.

Sementara itu untuk perkembangan terbaru kasus ini, Dewan Kode Etik dan Disiplin UHO telah melakukan sidang pemeriksaan untuk mengambil sikap dan keputusan atas kasus ini.

Ketua Dewan Etik dan Disiplin UHO, La Iru mengungkapkan, pihaknya sudah melaksanakan sidang pemeriksaan terhadap pelaku BA dan dan korban R.Namun keterangan yang yang disampaikan korban berbeda dengan keterangan yang disampaikan pelaku BA.

“Tadi itu kami sudah selesai didang hasilnya adalah, keterangan pemohon (R) berbeda dengan keterangan termohon BA, karna itu kami mengambil kesimpulan nanti akan ada pemanggilan saksi baru kami bisa simpulkan,” kata La Iru, Senin 25 Juli 2022.

BACA JUGA :  Berikan Layanan Kekayaan Intelektual, Kadin Sultra Bersama Kemenkumham Teken MoU

Tidak hanya itu, keterangan yang disampaikan korban R ini tidak diakui pelaku, sehingga pihak Dewan Kode Etik dan Disiplin memutuskan akan melakukan sidang lanjutan dengan menghadirkan saksi mata atas kejadian tersebut.

“Pengakuan pemohon R tidak diakui oleh termohon, makanya kami butuh saksi lagi. “Selanjutnya pemeriksaan saksi, saksi yang melihat kejadian itu. Informasi dari kedua belah pihak ada orang di tempat itu,” ungkapnya.

Untuk sidang selanjutnya, dalam hal ini sidang pemeriksaan saksi rencananya akan digelar pada Rabu 27 Juli 2022 yang akan datang.

“Akan kita periksa saksi insya Allah hari Rabu, baru setelah itu bisa kita berikan rekomendasi mau ke mana,” terangnya.

Laporan : Rizal Saputra

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!