Konawe, Britakita.id
Perusahaan Raksasa di Morosi Kabupaten Konawe PT Virtu Dragon Nikel Industry (VDNI) resmi beroprasi, Senin (25/2/19). Dimana perusahaan yang memiliki fasilitas pengembangan, pengolahan dan pemurnian (Smelter) diresmikan langsung oleh Meteri Perindustrian, Airlangga Hartanto yang didampingi Gubernur Sultra Alimazi dan Presiden Direktur VDNI Mingdong Zhu.
Namun sayangnya hal yang bersejarah untuk Kabupaten Konawe tersebut tak dihadiri oleh empunya yaitu Bupati Konawe, Kery Saiful Kongguasa, yang selama ini membanggakan proyek raksasa tersebut berada di Kabupaten Konawe.
Pantauan Britakita.id Peresmian dilakukan dipelataran depan kantor utama VDNI, dimana saat berada dikantor utama serasa sedang berada di Negeri tirai Bambu . Pasalnya seluruh gedung ditempat tersebut bertuliskan huruf Cina bewarna merah. Bahkan pintu utama kantor tak luput dengan hiasan yang bertulikan bahasa Tionghoa.
Presiden Direktur VDNI Mindong Zhu yang membuka sambutannya dengan berbahasa inggris menjelaskan bahwa keberadaam VDNI di Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Konawe akan memberikan perubahan besar. Khususnya perubahan perekonomian Sultra, karena perusahaan seluas 2.253 hektar ini merupakan pabrik pengecoran dan peleburan Nickel Pig Iron (NPI), yang memiliki kadar nikel antara 10 persen hingga 12 persen dengan jumlah produksi 15 tungku Rotary Kiln-Electric Furnance (RKEF), dengan kapasitas produksi NPI 600.000 hingga 800.000 metrik ton per tahun.

(Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto saat menandatangani plakat peresmian Smelter VDNI)
“Fasilitas pengembangan, pengolahan dan pemurnian PT VDNI ini akan menjadi industri smelter terbesar di Indonesia di masa mendatang. Fasilitas ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan kemajuan Sulawesi Tenggara pada khususnya dan tentunya bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Lebih jauh ia menjelaskan, PT VDNI memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan smelter berkelas dunia, yang tak hanya dapat ikut meningkatkan perekonomian, namun juga dapat menyerap tenaga kerja dari putra putri daerah. Saat ini sudah lebih dari 6.000 tenaga kerja yang ada di pabrik PT VDNI merupakan tenaga kerja indonesia yang sebagian besar berasal dari Sultra.
“Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat penting. Untuk itu, kami terus melakukan peningkatan keterampilan dalam pengolahan dan pemurnian nikel. Salah satunya adalah dengan memberangkatkan putra-putri daerah terbaik untuk belajar di RRT pada tahun 2018 lalu,” tutupnya.

(Foto bersama usai peresmian Smelter PT VDNI)
Airlangga Hartanto yang juga memberikan sambutannya mengatakan, keneradaan PT VDNI patut diapresiasi karena telah menyerap ribuan tenaga kerja. Bukan hanya itu, tetapi saat ini perusahaan dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sudah memberikan kontribusi kepada masyarakat Sultra dalam hal ini perkembangan ekonomi.
“Semoga VDNI ini selalu memberikan kontribusi yang kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Sultra. Dan saya harap ini menjadi komitmen bersama,” katanya.
Laporan: Kadir Jaelani





