Kendari, Britakita.net
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) meresmikan Rumah Kebangsaan Sultra, Kamis 4 Agustus 2022 di Kawasan Kolam Retensi Boulevard, Lepo-Lepo Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kebangpol Sultra, Jajaran Polda Sultra, Kepala BNN Sultra, Danramil Korem UHO seta OKP Sultra.
Wakapolda Sultra, BJP Waris Agono mengatakan, launching Rumah Kebangsaan Sultra merupakan tindak lanjut dari konsep serupa yang telah diresmikan oleh Kapolri yang pada tanggal 27 Juli 2022 lalu di Jakarta dengan nama Rumah Kebangsaan Cipayung Plus.
“Konsep ini merupakan inisiatif dari adik-adik Cipayung Plus yang disampaikan pada Presiden Republik Indonesia Joko Wododo,” kata BJP Waris Agono dalam sambutannya.
Dengan peresmian ini, bisa merealisasikan konsep Rumah Kebangsaan yang serupa, yang memiliki visi sebagai wadah dalam penyelesaian isu kekinian terkait kesatuan dan persatuan bangsa khususnya di Sultra dengan mengedepankan Local Wisdem.
Olehnya itu, melihat misi yang diemban oleh Rumah Kebangsaan ini sangat penting dalam mendukung dan memelihara Persatuan dan kesatuan bangsa karena mengedepankan fungsi kolaboratif dalam menyelesaikan isi berbasis data serta menjunjung tinggi kebinekaan tanpa membedakan suku, ras, budaya, agama, disabilitas dan strata sosial.
Diharapkan dengan hadirnya Rumah Kebangsaan ini bisa di realisasikan ke 17 Kabupaten Kota yang ada di Sultra.
“Saya berharap dapat menjadi projek di seluruh Sulawesi Tenggara yang nantinya dapat direplikasi di 17 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sultra,” ujarnya.
Sementara itu, Dir Intelkam Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Kombes Pol Nanang Rudi Supriatna, S.H,.MH mengatakan, Rumah Kebangsaan ini sebagai wadah yang menghimpun pemudala yang punya semangat dan jiwa muda, untuk bagaimana bersama membangun Sulawesi Tenggara.
“Pemuda bisa menjadi pendorong pemerintah daerah khusunya di Sulawesi Tenggara untuk bagaimana menciptakan kesejahteraan untuk rakyat Sultra dan tentunya keamanan dan kesejahteraan itu satu dua sisi mata uang yang tidak bisa di pisahkan harus sejahtera, harus aman Sultra ke depan, akan semakin maju,” ucapnya.
Untuk diketahui, pelopor dari Rumah Kebangsaan Sulawesi Tenggara ini merupakan generasi-generasi muda Sultra yang terdiri dari PMII, HMI, LMND, GMNI, GPM, KAMMI, GMKI, KMHDI, PMKRI, BEM UHO, BEM UNSULTRA yang terhimpun dalam Kelompok Cipayung Plus.
Laporan : Rizal Saputra






