23.8 C
Kendari
Sabtu, Desember 3, 2022

Protes Kelangkangan Solar, Ratusan Sopir Truk di Kendari Geruduk Lima SPBU

Kendari, Britakita.net

Ratusan anggota Persatuan Sopir truk melakukan aksi demonstrasi di SPBU Bonggoeya yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Wuawua, Senin, 1 Agustus 2022.

Aksi itu dilakukan lantaran mereka mengaku susah mendapatkan solar. Pasalnya para sopir truk kerap terjebak pada panjangnya antrian solar di sejumlah SPBU yang ada di Kota Kendari.

Kecewa dengan kondis yang berlarut larut tersebut, ratusan sopir truk menggeruduk SPBU Puuwatu, SPBU Punggolaka, SPBU Teratai, SPBU Malaka, dan berakhir di Kantor DPRD Kota Kendari.

Koordinator aksi unjuk rasa, Rajab mengatakan, pihaknya membawa dua belas tuntutan kepada semua pemangku kebijakan yang terkait dengan distribusi solar bersubsidi.

“Kami meminta agar para penimbun solar bersubsidi itu diberi sanksi, kemudian penggunaan nomor antrean itu juga harus dihentikan karena banyaknya permainan antara petugas SPBU dengan penimbun,” jelas Rajab.

BACA JUGA :  Tunaikan Kewajibannya, PT VDNIP Bayar PPJ Rp 61 Miliar ke Pemkab Konawe

Selain itu, diri juga meminta agar truk-truk kontainer dilarang untuk menggunakan solar bersubsidi.

“Kami minta adanya pembatasan pembelian solar subsidi untuk kendaraan roda empat kami minta maksimal hanya 60 liter,” ungkapnya.

Sementara, untuk kendaraan roda enam maksimal 100 liter, kendaraan truk fuso besar 150 liter, dan minibus atau pick up 45 liter dengan jatah sehari hanya boleh sekali saja mengisi.

“Kami minta juga dihapus pungli uang nozel dan stakeholder terkait harus tegas dengan mencabut izin terhadap SPBU yang melakukan menyalahgunakan solar subsidi,” ucapnya.

Tujuannya agar mengurangi kepadatan atau antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi solar bersubsidi.

BACA JUGA :  Polisi Tangkap Pelaku Pencuri Hp Modus COD

“Kami minta pungli uang nozel dihapus dan stakeholder terkait harus tegas dengan mencabut izin terhadap SPBU yang melakukan menyalahgunakan solar subsidi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Sahabuddin yang menemui masa aksi mengatakan, pihaknya akan membuat tim investigasi untuk membongkar pelaku-pelaku kecurangan SPBU seperti yang disampaikan Persot Sultra.

“Kami akan melakukan Rapat Dengar Pendapat yang akan melibatkan semua pihak, baik dari pihak SPBU se-Kota Kendari, Polresta Kendari dan Dinas Perdangangan kota,” tuturnya.

Dalam aksi tersebut diketahui sempat terjadi aksi saling dorong di dua SPBU yang dituding menghadirkan para preman untuk mengusir pendemo.

Beruntungnya aparat kepolisian berhasil mengamankan kedua belah pihak.

Laporan: Adh

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!