Konut, Britakita.net
PT Anugerah Mining Indonesia (AMI) merupakan perusahaan pemenang lelang Barang Bukti (BB) Ore Nikel dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe yang berada di WIUP PT Antam Site Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Dalam proses pemuatan Ore Nikel di WIUP PT Antam, PT AMI telah melaksakan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh pihak lelang dalam hal ini pihak Kejari Konawe.
Hal tersebut diungkapkan Koordinator Proyek PT AMI Site Mandiodo, Achmad Yani yanng menjelaskan bahwa pihak PT AMI telah melakukan beberapa pengapalan Ore Nikel milik Kejari Konawe sebagai Pemenang Lelang. Dan dalam proses yang dilakukan pihaknya telah melaksakan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) juga dalam pengawasan pihak Kejaksaan.
“Sebagai pemenang kami telah melakukan pengapalan. Semua tahapan yang kami lakukan telah sesuai prosedur yang ditetapkan oleh pihak Kejaksaan dan penjualan kami juga dalam pengawasan pihak penjulan,” katanya.
Lanjut Achmad Yani dalam proses pengapalan Barang Bukti, PT AMI menjamin bahwa tidak ada tukar menukar Cargo seperti opini yang beredar dimasyarakat. Karena Cargo semua sudah tersita menjadi BB, dan adanya tumpukan Cargo diluar WIUP PT Antam PT AMI melakukan penyewaan stockpile sebagai tempat transit dimana hal tersebut tidak menyalahi aturan.
“Jadi kami menyewa Stockpile yang dimiliki masyarakat lokal, dan itu salah satu bentuk pemberdaan masyarakat lokal. Dan beberapa warga lokal juga kami berdayakan memang tidak banyak karena kami hanya melakukan pemuatan bukan produksi,” katanya.
Pihak PT AMI juga menambahkan aktifitas yang dilakukan saat ini adalah bentuk dukungan pihak perusahaan terhadap pemulihan keuangan Negara melalui pemasukan PNBP. Olehnya itu jika ada pihak-pihak menghalang-halangi kegiatan PT AMI saat ini sama saja tidak mendukung pemulihan keuangan Negara.
“Ada-ada saja pihak-pihak yang diduga menghalangi kegiatan yang kami lakukan, dengan menggiring opini bahwa yang kami lakukan ini menyalahi aturan. Padahal yang kami lakukan ini sesuai prosedur, bahkan aksi premanisme juga kadang kami dapatkan dilapangan,” katanya.





