Keputusan Wasit Shorinji Kempo Diprotes Penonton Sultra, Pertandingan PON Beladiri Nyaris Ricuh

oleh
oleh
Keputusan Wasit Shorinji Kempo Diprotes Penonton Sultra, Pertandingan PON Beladiri Nyaris Ricuh

Kendari, Britakita.net

Pertandingan Semi Final Shorinji Kempo pada babak Semi Final antara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Provinsi Aceh nyaris ricuh. Pasalnya penonton asal Sultra memprotes keras keputusan Wasit pada pertandingan tersebut, karena menganggap tendangan Atlet Sultra tidak terhitung sebagai Poin yang membuat Atlet Sultra gugur dipertandingan Semi Final dan hanya mengantongi Medali Perunggu.

Pantauan media ini, Pertandingan Partai Semi Final Selasa (21/10/2025) yang berlangsung pagi hari berjalan dengan baik dengan gemuruh sorak pendukung asal Provinsi Sultra. Namun saat tendangan Atlet Aldi Gunawan yang dinilai mengenai sasaran hanya diakui oleh dua wasit dengan mengangkat bendera merah yaitu posisi Atlet Sultra.

Sementara dua Wasit lainnya tidak mengangkat bendera dimana setiap Pertandingan Shorinji Kempo dipimpin oleh Empat Wasit yang memegang bendera yang menilai tendangan atau pukulan Atlet masuk atau tidak.

BACA JUGA :  Pangdam XIV/Hasanuddin Himbau Masyarakat Tak Mudik di Bulan Ramadhan

Yang akhirnya Atlet Sultra tak mendapatkan Poin, dan ditambah lagi Atlet Sultra dinilai melakukan pelanggaran oleh wasit. Dan atas keputusan wasit yang memenangkan Atlet dari Provinsi Aceh menuai protes para penonton Provinsi Sultra dan sorak-sorak penonton pun menghakimi wasit.

“Harusnya pakai Far yang digital, jangan pakai manual mengandalkan mata. Itu tidak objektif,” sorak salah satu Penonton Sultra.

“ Wasitnya pakai penilaian tradisional masih kuno,” sorak penonton beramai-ramai.

Salah satu wasitpun terlihat tak terima dengan keributan tersebut, kemudian memanggil pelatih Kempo asal Sultra untuk meminta menenangkan penonton asal Sultra. Namun kekacauan semakin nampak saat beberapa Pelatih dari Provinsi lain menunjuk-nunjuk penonton Sultra, bahkan meminta penonton tersebut untuk berkelahi.

BACA JUGA :  Inilah Sosok Dibalik Megahnya Pakaian Adat Buton yang Dikenakan Presiden

Situasi kemudian aman, ketika beberapa penonton dari Sultra keluar dari Tribun Arena Tiga di GOR Djarum Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang dikonfirmasi terkait adanya keributan tersebut mengatakan bahwa Cabor Shorinji Kempo seharusnya harus berbanah dengan menggunakan teknologi dalam penilaian pertandingannya.

“Penilaian manual itu kedepan harus berkembang, karena cara penilaian yang paling adil adalah menggunakan peralatan perhitungan digital. Karena kalau masih menggunakan cara manual masih sangat tertinggal,” kata Ketum KONI Pusat.

“Apalagi Cabor itu mau masuk Olimpiade dia harus menggunakan perhitungan moderen. Kalau masih menggunakan perhitungan manual pasti sangat tertinggal. Olehnya itu Cabor yang masih manual harus berbenah,” himbaunya.