Jetty PT PMS Dibuka Paksa, Warga dan Ormas Tolak Penutupan yang Lumpuhkan Ekonomi

oleh
oleh
Jetty PT PMS Dibuka Paksa, Warga dan Ormas Tolak Penutupan yang Lumpuhkan Ekonomi
Mereka membongkar paksa portal yang menutup akses keluar-masuk jetty karena dinilai telah melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Kolaka, Britakita.net

Ratusan warga bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) turun ke lokasi Jetty PT Putra Mekongga Sejahtera (PMS) di Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Jumat (19/6/2026). Mereka membongkar paksa portal yang menutup akses keluar-masuk jetty karena dinilai telah melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Aksi tersebut dilakukan setelah portal besi yang sebelumnya dicor, digembok, dan dipasangi papan larangan dinilai menghambat aktivitas masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari operasional pelabuhan tambang tersebut. Dengan menggunakan palu besar dan alat berat, massa merobohkan portal hingga akses menuju jetty kembali terbuka.

Koordinator aksi, Hartono Tahunggale, menegaskan bahwa penutupan akses jetty telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Menurutnya, ribuan warga yang bekerja di sektor hauling, bongkar muat, pelayaran, hingga jasa pendukung pertambangan kehilangan sumber pendapatan sejak aktivitas di jetty terhenti.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah untuk memulihkan akses dan aktivitas masyarakat. Jangan ada tindakan sepihak yang berpotensi menimbulkan konflik, apalagi persoalan kepemilikan masih dalam proses dan belum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap,” ujar Hartono di hadapan massa aksi.

BACA JUGA :  Tim Relawan ASR Perindah Tampilan Mesjid Al Muhajirin di Tamborasi Kolaka

Ia menjelaskan, sedikitnya sembilan ormas turut hadir dalam aksi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap warga yang terdampak langsung akibat penutupan akses jetty. Menurutnya, penyelesaian sengketa harus dilakukan melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan tindakan yang merugikan masyarakat luas.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan kembali hak mereka mencari nafkah. Kalau ada persoalan hukum, serahkan kepada aparat dan pengadilan. Jangan sampai kepentingan segelintir pihak mengorbankan kehidupan banyak orang,” tegasnya.

Selain membuka kembali akses jetty, massa juga mendesak Polres Kolaka untuk mengambil langkah tegas dalam menjaga keamanan dan mencegah terjadinya konflik horizontal di tengah masyarakat.

Di lokasi yang sama, seorang warga Hakatutobu, Adam, mengungkapkan bahwa jetty PT PMS memiliki peran vital bagi perekonomian warga. Menurutnya, berhentinya aktivitas pelabuhan membuat banyak pekerja dan pelaku usaha kehilangan penghasilan.

BACA JUGA :  Pulang dari Acara Tahun Baru, Warga Bombana Dapati Rumahnya Rata Dengan Tanah

“Jetty ini bukan sekadar pelabuhan, tetapi sumber kehidupan masyarakat. Banyak yang bekerja di sektor bongkar muat, hauling, rental alat berat, hingga jasa transportasi laut. Saat aktivitas berhenti, ekonomi warga juga ikut lumpuh,” katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan situasi sempat memanas setelah portal berhasil dibongkar. Sejumlah kelompok yang tidak setuju dengan aksi tersebut sempat terlibat adu argumentasi dengan massa aksi. Namun, ketegangan berhasil diredam setelah para tokoh ormas dan aparat keamanan mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri.

Aksi pembongkaran berlangsung di bawah pengawasan ketat aparat TNI dan Polri. Hingga berita ini diterbitkan, kondisi di sekitar Jetty PT PMS terpantau kondusif. Sementara besi portal yang dibongkar telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menghindari potensi gesekan lanjutan di lokasi sengketa.