Kendari, Britakita.id
Mengizinkan pegadang keliling berjualan di lingkungan Sekolah, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 1 Ranomeeto tuai kecamatan dari orang tua murid. Dimana Pedagang yang diizinkan menjual dilingkup sekolah adalah pedagang yang mau memenuhi permintaan Kepsek yaitu membayar Rp 5 ribu perhari.
Salah satu orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan dirinya sangat tidak setuju dengan keputusan Kepsek. Yang mengizinkan pedagang keliling untuk berjualan di dalam sekolah, karena banyaknya kejahatan berkedok pedagang keliling.
” Sudah banyak kejadian, menyamar jadi pedagang ternyata mereka pelaku kriminal. Penculik anak, penjual narkoba atau apalah, siapa yang bisa jamin mereka yang menjual itu aman? Kan tidak ada,” katanya.
Lanjut wali murid tersebut, mengatakan bahwa pihaknya sangat ingin menyampaikan kepada Kepsek. Namun sikap arogan Kepsek tersebut membuat orang tua siswa takut untuk mengadukan keberadaan para pedagang.
” Pernah ada orang tua murid yang mengeluh, bukannya diterima anaknya dipindahkan ke Sekolah lain. Kita memgeluh juga ke guru-guru, tapi tidak ada respon karena guru di SDN 1 juga takut, karena sudah ada kejadian guru yang dimutasi oleh Kepsek karena hal sepele saja,” katanya.
Di tempat yang sama salah satu pedagang yang ditemui dan juga tak mau disebutkan namanya membenarkan bahwa dirinya dan pedagang lainnya dipungut uang oleh Kepsek. Agar dapat berjualan di dalam sekolah, dengan pungutan sebesar Rp 5 ribu perhari.
” Dulu dilarang menjual didalam sekolah, tapi sekarang di bolehkan. Dengan syarat membayar Rp 5 ribu ke Kepsek, alasannya uang itu digunakan untuk tambah-tambah uang pembangunan Sekolah,” ujar pedagang keliling tersebut.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Ranomeeto, Asmad saat ditemui mengatakan, para pedagang tetap akan berjualan di sini, kecuali orang tua murid datang secara langsung untuk menemui dirinya.
“Saya tetap memberikan ruang kepada para pedagang keliling untuk berjualan di sekolah,” tegasnya.
Saat ditanya apakah para pedagang keliling berkontribusi kepada pihak sekolah Kepsek pun menampik itu. Dan tidak pernah membebankan para pedagang untuk menyetor duit.
Lebih jauh Kepsek menjelaskan, seharusnya orang tua siswa datang menemui dirinya secara langsung, jangan langsung disebarkan diluar, apalagi dimediakan.
“Setiap ada rapat selalu saya sampaikan kepada Guru-guru ataupun orang tua murid, jika ada masalah sampaikan sama saya, supaya dicarikan solusinya, tidak langsung diberitakan,” paparnya.
Selama menjadi kepala sekolah SDN 1 Ranomeeto belum pernah melakukan mutasi terhadap Guru, ataupun memindahkan muridnya.
“Saya sudah 4 tahun menjadi kepala sekolah di sini, namun tidak memutasi guru atau memindahkan murid, jika mengeluh soal pedagang keliling,” ungkapnya.
Laporan: Adam






