Harga Pertalite Rp 11.000 di SPBU Konkep, HMPR-RAYA: Ada Pungli Katanya Uang Keamanan

oleh
oleh
Harga Pertalite Rp 11.000 di SPBU Konkep, HMPR-RAYA: Ada Pungli Katanya Uang Keamanan

Kendari, Britakita.net

Masyarakat keluhkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Roko-roko Raya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepualauan (Konkep) Sulawesi Tenggara capai Rp 11.000 per satu liternya.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi media ini pada Selasa, (24/12) mengaku heran dengan harga  BBM jenis pertalite hingga Rp 11.000 per satu liter, sementara di Pertamina yang ada di Kecamatan Wawonii Barat masih menjualnya dengan harga Rp 10.000 per satu liternya.

“Saya juga heran kenapa harga BBM jenis pertalite di Pertamina roko-roko raya itu berbeda dengan harga di Pertamina lain yaitu di SPBU lain Rp. 10.000 sedangkan di Roko-roko Raya bisa Rp. 11.000 satu liter,” ungkapnya.

“Betul di Pertamina Roko-roko raya ini ada pungli, saat kita masuk mengantri untuk mengisi BBM 20 liter kita dimintai uang Rp 20.000 untuk menyetor, katanya (petugas Pertamina) untuk uang pengamanan dan untuk oknum polisi yang sering datang di Pertamina,” tambahnya.

Dia menduga, harga jual BBM subsidi jenis pertalite itu dialokasikan pihak SPBU untuk pihak oknum polisi dengan dalil uang keamanan

BACA JUGA :  Begini Tanggapan ESDM Saat Melakukan Kunjungan ke Lokasi Tambang PT GKP

“Kayanya mereka sekongkol dengan oknum polisi yang sering datang itu,” ungkapnya.

Kondisi yang dialami salah satu warga tersebut Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Roko-roko Raya (HMPR-RAYA) Erlan buka suara dirinya mengatakan, hal ini tentu sangat meresahkan masyarakat.

“Mendengar hal demikian kami langsung turun melakukan investigasi di lapangan sejak tanggal 1 April -20 November 2024. Hasil investigasi kami menemukan ternyata bukan hanya pungli tetapi terjadi pula penjualan enceran jerigen hingga perbedaan harga,” kata Erlan kepada media ini, Selasa, (24/12).

Alumni Fakultas Hukum IAIN Kendari itu mengecam oknum karyawan yang melakukan pungli dan memberikan perbedaan harga sebab, berdasarkan peraturan menteri ESDM No. 10 tahun 2024 bahwa BBM jenis pertalite itu tidak mengalami perubahan tetapi masih tetap harga Rp 10.000 per liter.

“Maka dapat saya simpulkan SPBU milik PT. Tendri Pulau wawonii,  di Roko-roko Raya yang memberikan harga Rp. 11.000 perliter di tambah lagi masyakarat dimintai uang setiap hendak mengantri untuk mengisi BBM dengan alasan untuk uang keamanan dan untuk oknum polisi polsek terdekat. Tentu ini sudah merupakan pelanggaran hukum sangat terang,” tegasnya.

BACA JUGA :  Lucu, Aktifitas PT GKP di Konkep Dinilai Melanggar Namun APH Tak Ada Respon

Olehnya itu, sambung Erlan pihaknya mendesak Polda Sultra untuk panggil dan periksa direktur Pertamina PT. Tendri Pulau Wawonii yang di duga menjadi dalang utama terjadi pungli sehingga melakukan pembiaran kepada karyawannya untuk memeras masyarakat kecil yang hendak mengisi BBM.

“Saya juga meminta Propam Polda Sultra untuk menyelidiki oknum polisi dari Polsek Waworete yang diduga keras terlibat dalam kasus tersebut dan terkesan menjadi tameng untuk memuluskan terjadinya pungli terhadap masyarakat kecil yang hendak mengisi BBM di Pertamina PT. Tendri Pulau Wawonii, desa roko-roko raya.

“Dan dalam waktu dekat ini juga kami akan melaksanakan aksi demonstrasi sekaligus pelaporan di Polda Sulawesi Tenggara,” tutupnya.

Hingga berita ini ditayangkan, media ini telah mengkonfirmasi Kapolsek Waworete Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) IPDA La Ode Sadi dan pihak penanggung jawab SPBU Desa Roko-roko Raya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepualauan, Elsa Ramadhani namun keduanya belum merespon konfirmasi media ini.