Dimasa Pandemik, Standar Pendidikan di Sultra Mengalami Penigkatan

oleh
oleh
Dimasa Pandemik, Standar Pendidikan di Sultra Mengalami Penigkatan
Kepala Dikbud Sultra, Asrun Lio

Kendari, Britakita.net

Dimasa pandemik seperti sekarang ini, pendidikan menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Tidak terkecuali di daerah Sulawesi Tenggara (Sultra). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan, dari tahun ketahun standar pendidikan di Sultra mengalami penigkatan.

Menurut Kepala Dikbud Sultra Asrun Lio, ukuran kualitas pendidikan di Sultra Dikbud berpatokan pada delapan standar pendidikan, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian.

“Selama ini telah dilakukan oleh bandan akreditasi sekolah atau badan akreditasi sekolah atau madrasah. Dari delapan standar pendidikan, tahun ketahun itu menunjukan peningkatan,” ujarnya pada (14/9).

Lanjutnya, pada tahun 2019 hasil rakor mutu pendidikan di Sultra berada pada posisi ke 17 dari 34 provinsi di Indonesia.

BACA JUGA :  Untuk Capai Visi dan Misi, Sinergi Program Kerja STIE 66 Kendari Terus Dikembangkan

“Sebelum menduduki peringkat 17, Sultra terpuruk urutan 31 seIndonesia. Untuk tahun 2020, kami belum mendapatkan lapor mutu pendidikan untuk Sultra, tetapi tentu ada flesibilitas dalam penentuan mutu, karena sekarang kita berada di masa pandemi Covid-19 dimana beberapa stadar itu tidak berjalan dengan baik,” paparnya

Dalam masa pandemic Covid-19, ada bebrapa standar yang tidak terpenuhi, yaitu standar proses dan kurikulum mengalami perubahan.

“Karena pandemic, kurikulum berubah menjadi kurikulum darurat, yaitu hanya berefokus pada capaian-capaian yang esensial saja. Misalnya dalam bindang studi ada lima capaian yang harus di capai maka dalam masa pandemi ini hanya capaian esensial terhadap mata pelajaran itu saja. Contoh kecial dalam satu mata pelajaran, untuk ukuran kemampuan siswa dalam berbahasa inggris, hitungan tercapainya kemampauan berbahasan inggris siswa itu yaitu dengan praktek, jika proses belajar mengajar tampa tatap muka terus menerus, maka akan mengurangi tercapainya kemampauan berhasan inggris siswa itu sendiri.

BACA JUGA :  Dikbud Konawe Siap Laksanakan UN Tingkat Sekolah Dasar

Diera kepimpinanannya sebagai kepala Dikbud Sultra, ia akan tetap berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di Sultra. Salah satunya capaian esensial ini akan menjadi patokannya dalam mengevaluasi capaian dalam masa pandemi saat ini.

“Harapan saya, pada tahapan rekafri tentu kita harus melakukan beberapa langkah-langkah percepatan. Misalnya bagaimana kita mendorong kualitas guru di Sultr agar mereka bisa mempercepat ketertinggalan selama masa pandemi ini,” tutupnya.

Laporan: Andry
Editor: Amar