Bombana, Britakita.net
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kebupaten Bombana menggelar diskusi publik yang dihadiri berbagai unsur elemen masyarakat, kepemudaan, tokoh masyarakat, dan pejabat publik, Rabu (25/5/2022) malam.
Dengan mengangkat tema “Bombana di Kilometer 18” yang tidak terlepas dari perjalanan Kabupaten Bombana yang kini memasuki usia 18 tahun sejak terpisah dengan Kabupaten Buton.
Ketua KNPI Bombana, Muh. Arham mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang diskusi, namun sekaligus menjadi wadah silaturahmi untuk bisa saling bersinergi dalam upaya memaksimalkan peran dalam pembangunan daerah.
“Sejak berdirinya Bombana hingga saat ini, seperti apa peran dan fungsi menjalankan amanah rakyat. Sebagai langkah awal diskusi,” ungkap Arham di salah satu cafe yang berada di Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana.
Hal senada disampaikan, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Heryanto, bahwa semua pemerintahan telah menjalankan amanah rakyat sesuai peran dan fungsi masing-masing.
Namun justru sebaliknya, kaum milenial saat ini menganggap para pejabat pemerintahan tidak sama sekali menjalankan amanah masyarakat.
“Namun kemudian kaum milenial menganggap tidak benar-benar menjalankan amanah rakyat, jika hal itu dijalankan secara sempurna maka semua selesai tidak ada lagi kita,” pungkasnya Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bombana ini.
Laporan: Fendi






