Kendari, Britakita.net
Aksi Protes salah satu Aliansi Mahasiswa yang menyoal aktifitas PT Agung Beton Kendari beberapa waktu lalu tak membuahkan hasil. Membuat para Pendemo melakukan aksi susulan, Rabu (25/1/23) di Kantor Walikota Kendari, namun sayangnya berharap mendapatkan solusi salah satu Pendemo mendapatkan perlakuan tidak baik dari Oknum Sat Pol PP Kota Kendari, yang membuat seorang Mahasiswa terluka.
Berdasarkan pantauan media Britakita.net, ketika salah satu Jendral lapangan (Jendlap) Kesatuan Jaringan Aktivis Mahasiswa Sulewesi Tenggara (Sultra), Mamat sedang berorasi yang meminta bertemu Pj Walikota Kendari, Asmawa Tosepu terkait aktivitas PT. Agung Beton Kendari yang telah memberikan polusi udara dan kebisingan terhadap masyarakat Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari.
“Kami meminta solusi dari Pj. Walikota Kendari, karena masyarakat sudah sangat terganggu dengan aktifitas industri PT Agung Beton Kendari,” orasinya.
Setelah berjam-jam berorasi di depan kantor Walikota Kendari, Pj Walikota tidak menemui massa aksi. Salah satu masa aksi, Samir dan beberapa masyarakat Kelurahan Petoaha memaksa masuk di kantor Walikota Kendari dengan membuka pagar dan di tahan oleh anggota Sat Pol PP yang bertugas.
Masa aksi yang mulai memanas karena ingin masuk kekantor Walikota Kendari, Tidak lama kemudian salah satu anggota Sat Pol PP mendorong Sarmin sehingga terjadi keributan.
Lalu kemudian, beberapa anggota Sat Pol PP lainya melerai keributan dan sebagian mencekik Samir dan menendang mobil sound sistem. Akibat dari kejadian itu Samir megalami luka cakar bagian leher dan sakit bagian dada kanan.
Setelah kejadian tersebut, para massa aksi melakukan kembali orasi kurang lebih Sejam untuk meminta Pemkot Kendari agar menghentikan aktifitas PT Agung Beton Kendari.
Laporan: Rahim Sidde






