Kendari, Britakita.Net
Menjelang dua tahun terakhir, Penyuluh Agama Islam Provinsi Sulawesi Tenggara ( PAI Sultra) sangat aktif dalam agenda perbaikan ummat. Hal itu terlihat dari terbentuknya Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FK PAI) di 17 kabupaten/kota di Sultra dengan jumlah Penyuluh Agama Islam 1398 orang.
Melihat potensi penyuluh agama Islam yang begitu besar, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf melalui Seksi penyuluhan Agama Islam dan Sistem Informasi Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara tidak hanya mendorong Penyuluh aktif dilapangan melainkan juga menyuplai agenda kegiatan yang sifatnya pengembangan wawasan maupun peningkatan kompetensi.
Dalam upaya meningkatkan kapsitas tersebut, Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan agenda program Pembinaan Tokoh Agama Islam Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara selama 3 hari di Hotel Azizah Syariah.
Kegiatan yang dimulai dari tanggal 22 hingga 24 februari 2021 itu mendorong Penyuluh Agama Islam agar menyadari potensi mereka sebagai Tokoh Agama maupun Tokoh masyarakat yang memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan ummat dalam rangka membantu tugas Negara dengan cara mensosialisasikannya dalam bahasa Agama.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Jumaing menyampaikan, pentingnya semua elemen keagamaan, baik majelis taklim dan Penyuluh Agama Islam terlibat dalam program pembinaan ummat.
“Tokoh agama adalah tempat masyarakat berkonsultasi dan berdiskusi dalam rangka mengobati jiwa masyarakat, jadi peran Penyuluh Agama Islam maupun yang lainnya adalah memberikan obat secara psikis batin dan nuraninya masyarakat” jelas Jumaing, Rabu (24/2/2021).
Kepala seksi penyuluhan Agama Islam dan Sistem Informasi Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Munawar menambahkan, penyuluh agama islam saat ini harus mampu hadir dalam permasalahan ummat sebagai Garda Terdepan Kementrian Agama.
“Kita harus hadir dalam problem ummat. Dengan begitu program program yang telah dirancang oleh Negara seperti pencegahan Narkoba, Radikalisme dan yang lainnya dapat terealisasi melalui peran Penyuluh Agama Islam,” terangnya.
Laporan: Jusmadi
Editor: Amar






