Kolaborasi Apik Ditengah Tantangan Inflasi

oleh -23 Dilihat
oleh
Kolaborasi Apik Ditengah Tantangan Inflasi

Kendari, Britakita.net

Tantangan Inflasi menjadi Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran, menandatangani kerja sama antar daerah dengan Bupati Konawe Yusran Akbar dan Bupati Konawe Selatan Iraham Kalenggo dalam Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2025 yang digelar Bank Indonesia di salah satu hotel di Kendari, Selasa (30/9/2025). Dimana kolaborasi ini menjadi langkah baik untuk Pemerintah Kota Kendari untuk bisa menangani tantangan Inflasi.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Kendari Siska Karina menegaskan, kolaborasi antar daerah menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan inflasi, terutama terkait pasokan pangan. Ini juga menjadi ajang silaturahmi antar daerah.

Kolaborasi Apik Ditengah Tantangan Inflasi

“Jika Kota Kendari mengalami kekurangan bahan pokok, kita bisa mengambil dari Konawe atau Konawe Selatan yang memang menjadi sentra produksi. Sebaliknya, ketika daerah lain membutuhkan, Kendari siap menjadi pasar penyangga,” ujarnya.

BACA JUGA :  18 Pelaku UMKM di Kendari Terima Bantun dari Baznas

Menurutnya, kerja sama semacam ini tidak hanya soal distribusi pangan, tetapi juga bagian dari gerakan nasional pengendalian inflasi yang menekankan pentingnya sinergi daerah. Apalagi, inflasi Kota Kendari saat ini tercatat di bawah Tiga persen, lebih rendah dari rata-rata Provinsi Sultra.

“Keberhasilan menjaga inflasi tidak lepas dari program rutin Gerakan Pasar Murah (GPM) yang dilakukan pemerintah kota,” tambah Siska.

Kolaborasi Apik Ditengah Tantangan Inflasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, menilai forum ini penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas strategis, pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, hingga ekonomi hijau.

“Dengan terjaganya inflasi, kita bisa mendorong hilirisasi pangan, meningkatkan daya saing global, dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Perkuat Pengawasan Berbasis Desa, Imigrasi Kendari Raih Peringkat 1 Pelaporan DBI dan PIMPASA

Sementara itu, Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, mewakili Gubernur Andi Sumangerukka, menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terlihat dari angka statistik.

Kolaborasi Apik Ditengah Tantangan Inflasi

“Pertumbuhan harus nyata menciptakan lapangan kerja, apalagi kita menghadapi bonus demografi. Potensi seperti kakao, kopi, rumput laut, udang, dan pariwisata Wakatobi serta Labengki harus diolah agar memiliki nilai tambah lebih besar,” katanya.

Forkestra tahun ini menjadi yang kelima digelar di Sulawesi Tenggara. Forum ini diharapkan menjadi wadah merumuskan ide-ide strategis lintas sektor, melibatkan pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. Melalui kerja sama daerah yang lebih erat, Sultra menargetkan terciptanya ketahanan ekonomi yang tidak hanya tangguh menghadapi gejolak harga, tetapi juga mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (Adevtorial)