Bombana, Britakita.net
Ketua Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Kabupaten Bombana, Agustamin Saleko membantah jika proyek pengadaan bibit kopi milik Pemkab Bombana bermasalah.
Hal tersebut ditegaskanAgustamin Saleko menjawab opini publik di masyarakat bahwa poroyek pengadaan bibit kopi jenia Robusta dan Arabika senilai lebih dari Rp 9 Miliar itu bermasalah.
Menurutnya, proyek tersebut baru pada tahap selesai lelang dan belum dilakukan pekerjaan pengadaan.
“Tetapi kemudian ini program belum berjalan sudah ada pihak-pihak lain yang menganggap ini telah menjadi kasus atau bermasalah, ini yang tidak benar dan perlu kita luruskan,” ujar Mantan Sekretaris KNPI Bombana itu.
Ia juga menegaskan, kekhawatiran sejumlah pihak bahwa pengadaan bibit kopi ini bisa berpotensi bermasalah kedepannya, itu tidak beralasan.
Sebab, kata Agustamin, jika hanya dipandang dari sisi potensi bermasalahnya maka semua program kegiatan pemerintah memiliki potensi bermasalah jika dilakukan tidak sesuai mekanisme perundang-undangan.
“Beli kertas pun di program Dldinas itu juga berpotensi bermasalah, persoalannya ini kegiatan belum berjalan program sudah dianggap bermasalah,” papar Aguatamin.
Dijelaskannya, pengadaan bibit kopi sebelum dilakukan lelang terlebih dahulu dilakukan probity audit oleh Inspektorat Bombana sebagai instrumen dalam rangka mencegah terjadinya fraud atau korupsi.
Hal ini didukung dengan indikator keberhasilan program pemberantasan korupsi terintegrasi pada Pemerintah Daerah yang dicanangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Tujuan probity audit ini adalah untuk mencegah hal-hal yang kita semua khawatirkan, jadi dilakukan pengecekan lebih awal terkait harganya, distribusinya seperti apa dan siapa penerimanya termasuk keadaan tanahnya. Itu semua melalui probity audit ini, sehingga dijalankanlah program ini,” ungkap Agustamin
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Perkebunan Pemda Bombana, Rimbu Sp menyikapi kesimpangsiuran informasi terkait pengadan bibit kopi ini
“Bukan sebagai pelaksana namun menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai amanat organisasi. ungsi kontrol harus tetep berjalan agar kami juga bekerja dengan hati hati,” singkat Rimbu Sp.
Penulis :Fendi





