DPRD Bombana Menilai Angka Kemiskinan Meningkat Saat Pandemi, Jubir Satgas: Mari kita Samakan Persepsi

oleh -11 Dilihat
oleh
DPRD Bombana Menilai Angka Kemiskinan Meningkat Saat Pandemi, Jubir Satgas: Mari kita Samakan Persepsi

Bombana, Britakita id

DPRD Bombana gagal paham menilai angka kemiskinan di Bombana meningkat karena adanya Pandemi Virus Corona. Pasalnya DPRD menilai seluruh penerima bantuan saat adanya Wabah Covid-19 di Kabupaten Bombana, adalah seluruhnya warga tidak mampu atau warga miskin.

Dimana penerima bantuan saat wabah Covid-19 bukan hanya warga miskin yang telah terdata di Dinas Sosial, melainkan juga para pekerja rentan dan warga terkena dampak dari Covid-19. Diantaranya, wanita rawan sosial, tukang ojek, pedagang, sopir mobil angkutan umum, pekerja harian, wartawan dan masyarakat yang terdampak Covid-19 lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bombana, Heryanto yang dengan tegas mengatakan penerima bantuan dimasa Pandemi bukan hanya masyarakat miskin yang telah terdata di Dinas terkait. Dan ada tiga kriteria yang ditetapkan bagi calon penerima Program Jaringan Pengaman Sosial, yaitu pertama berasal dari keluarga rumah tangga miskin, ke dua para pekerja rentan dan ke tiga rumah tangga yang sedang menjalani karantina mandiri, menjalani isolasi diri dan pemeriksaan lanjutan.

BACA JUGA :  Pemcat Rumbia Tengah Gelar PIN Polio di Tiga Titik

“Kalau anggapan DPRD Bombana angka kemiskinan meningkat dimasa Pandemi Covid-19 karena banyaknya penerima bantuan, itu pemahanan yang keliru,” katanya.

Lanjut mantan Anggota DPRD Bombana itu, pada Pandemi Covid-19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana memberikan bantuan tak hanya fokus kepada masyarakat miskin yang telah terdata. Tapi masyarakat yang terkena dampak Covid-19 juga menjadi perioritas penerima bantuan.

“Masyarakat yang berstatus ODP, OTG juga menerima bantuan meskipun mereka tidak terdata sebagai warga miskin. Tukang ojek dan pekerja rentan lainnya juga mendapatkan bantuan dan mereka tidak terdata sebagai warga miskin, kenapa dibantu karena memang mereka berhak mendapatkan bantuan dan itu kewajiban Pemkab Bombana,” tegasnya.

BACA JUGA :  Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Jaksa Jemput Paksa Kontraktor Kondang di Bombana

Olehnya itu kata pria yang menyukai warna Kuning itu meminta DPRD Bombana untuk menyamakan persepsi dengan Pemkab Bombana dan juga Satgas Covid-19 untuk bersama-sama menghadapi wabah Covid-19. Karena dengan kebersamaan musibah apapun yang dihadapi dapat dilalui dengan mudah.

“Penanganan dan pencegahan Covid-19 itu bukan hanya tugas Pemkab Bombana dan Satgas Covid-19, tetapi tugas semua stakeholder yang salah satunya DPRD Kabupaten Bombana. Olehnya itu mari kita merapatkan barisan untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap Covid-19,” harapnya.

Laporan: Fendi

Editor: Ruddi