Kendari, Britakira.net
“Menulis adalah bekerja untuk keabadian” demikian sepenggal kutipan dari tulisan Pramoedya Ananta Toer yang cukup terkenal dikalangan anak muda.
Kutipan tersebut menegaskan betapa pentingnya menulis. Namun, tulisan seperti apakah yang kira-kira bakal abadi ?
Pertanyaan tersebut menjadi pembuka ‘Kelas Menulis’ yang digelar Dompet Dhuafa Sultra dan diampu Cahyadi Takariawan.
Cahyadi Takariawan biasa dipanggil Pak Cah membuka pertanyaan tersebut untuk 150 peserta Kelas Penulisan yang berasal dari berbagai kalangan.
“Peserta berasal ada dari mahasiswa, dosen, guru, pengusaha, dan lalin lain,” terang Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sultra, Hasan Afif dalam keterangan persnya, Sabtu (5/2/2022).
Menurutnya, dengan kehadiran peserta hingga ratusan orang membuktikan jika animo mengikuti kelas ini cukup tinggi.
“Peserta sangat interaktif dalam kelas kepenulisan ini,” ungkap Hasan Afif.
Pak Cah sendiri merupakan penulis kondang yang sudah menulis lebih dari 60 judul buku dan ratusan artikel yang diterbitkan di sejumlah media nasional.
Saat ini, selain menulis, Pak Cah juga aktif sebagai Trainer dan Konsultan di Jogja Family Center (JFC) dan Senior Editor PT Era Adicitra Intermedia.
Kelas kepenulisan ini digelar Dompet Dhuafa Sultra bersama sejumlah komunitas yang ada di Sulawesi Tenggara.
Komunitas tersebut, yaitu Forum Lingkar Pena Sultra, KNRP Sultra, BSMI Sultra, Donactive, Al Qalam Peduli.
Laporan Redaksi






