23.8 C
Kendari
Sabtu, Desember 3, 2022

Dibangun Rp 100 Miliar, Gedung Perpustakaan Kebanggaan Gubernur Sultra Menunggak Pembayaran Listrik

Kendari, Britakita.net

Dibangun dengan anggaran Rp 100 Miliar, Gedung Perpustakaan Bertaraf Internasional milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menunggak pembayaran Listrik selama sebulan. Dimana hal tersebut membuat pihak PLN memutus sementara aliran listrik ke gedung Perpustakaan kebanggan Gubernur Sultra itu.

Pemutusan aliran listrik di Gedung Perpustakaan yang menjadi program Perioritas Gubernur, Alimazi itu dibenarkan oleh Manager Komunikasi PLN UIW Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongko, saat dibubungi wartawan, Rabu (23/3/22). Yang mengatakan pemutusan tersebut bersifat sementara.

“Terkait itu, memang betul bahwa pihak PLN melakukan pemutusan sementara,” katanya.

Eko mengatakan, gedung tersebut menunggak selama sebulan dengan total tagihan yang belum dilunasi kurang lebih sebesar Rp 22 juta.

BACA JUGA :  Hentikan Pengendara yang Melintas, Polsek Baruga dan Mahasiswa Bagikan Masker Gratis

Sebelum pemutusan dilakukan, kata dia, pihak PLN sudah mengirimkan peringatan, namun hingga pemutusan dilakukan, pihak gedung belum memberi kepastian.

“Intinya, pak, pemutusan itu sudah sesuai aturan,” tegasnya.

Eko bilang, penyambungan kembali bisa dilakukan setiap hari di jam kerja. Syaratnya, tunggakan harus dilunasi terlebih dahulu.

Namun, apabila dalam jangka waktu 60 hari sejak dilakukan pemutusan sementara tunggakan belum juga dilunasi, maka instalasi milik PLN di gedung itu akan dibongkar.

Pantauan Britakita.net di gedung yang terletak di Jalan Saoso, Kota Kendari, pada Rabu (23/3/22) sekitar pukul 19.00 WITA itu tampak gelap gulita.

Di bagian belakang gedung, ada struk tagihan yang ditempel di salah satu meteran listrik PLN. Struk tagihan ini ditujukan kepada gedung Perpustakaan Provinsi Sultra yang berisi sebuah peringatan.

BACA JUGA :  VDNI Akan Picu Meningkatnya Perekonomian Di Sultra 2019

“Dengan ini diberitahukan dengan hormat bahwa pada hari ini aliran listrik di rumah atau alamat seperti tersebut di atas, telah diputus untuk sementara karena rekening listrik belum dilunasi pada waktu yang telah ditentukan,” isi struk dari PT PLN UIW Sulselrabar.

Kadis Perpustakaan Sultra, Nur Saleh, saat dikonfirmasi membantah bahwa listrik di gedung Perpustakaan bertafar internasional diputus. Kata dia, lampunya masih menyala, dan sudah ditangani oleh bendaharanya.

“(Lampu) Menyala, persoalan itu (tagihan listrik PLN), bendahara yang urus,” katanya singkat.

Laporan: Komar
Editor: Upi

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!