Demo Didalam Kantor, Kejari Kendari Diminta Segera Proses Laporan Dugaan Korupsi Pedistrian Eks MTQ

oleh
oleh
Demo Didalam Kantor, Kejari Kendari Diminta Segera Proses Laporan Dugaan Korupsi Pedistrian Eks MTQ

Kendari, Britakita.net

Aliansi Keadilan Rakyat Sulawesi Tenggara (AKAR-Sultra) melakukan aksi unjuk rasa didalam kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari Senin (27/4/2026), aksi masuk dalam kantor dengan menggunakan Megfon dilakukan AKAR Sultra untuk mengingatkan Laporan yang diadukannya Februari lalu tentang atas dugaan Korupsi pada pekerjaan Proyek Penataan Pedistrian di Kawasan Eks MTQ Kendari.

Pasalnya menurut AKAR Sultra, Kejari Kendari mesti diingatkan menggunakan Megafon agar tak lupa apa yang menjadi kewajibannya sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) yaitu menindaklanjuti aduan masyarakat tentang adanya dugaan tindakan merugiakan Negara.

“Perlu berteriak ditengahnya mereka supaya mereka ingat, karena kalau didiamkan mereka pura-pura lupa. Laporan saya sudah lama tapi belum ada tindaklanjut, kami pernah konfirmasi baik-baik tapi mereka tidak indahkan jadi harus pakai megafon,” kata Eko Rama saat ditemui di Kejari Kendari.

BACA JUGA :  DLH Sebut Masyarakat Kendari Hasilkan 241 Ton Sampah Perhari

Lanjut Eko Rama, dirinya tak akan tinggal diam saat laporannya tak indahkan oleh pihak Kejari Kendari, karena menurutnya laporan dugaan Korupsi pada Pembangunan penataan Pedistrian Eks MTQ Kendari sangatlah jelas terlihat. Bahkan telah ada temuan BPK atas pekerjaan tersebut, dimana salah satu temuannya pekerjaan tersebut bangunan tidak sesauai Spesifikasi yang telah ditentukan.

BACA JUGA :  Kejari Kendari Geledah Salah Satu Kantor BUMN di Kendari

“Kejari Kendari sudah memegang temuan BPK itu, terus apa yang menjadi kendalanya kira-kira? jangan sampai kami menduga Kejari Kendari sudah masuk angin sehingga tidak mau menindaklanjuti laporan kami,” tegasnya.

Eko Rama memastikan bahwa aksi unjuk rasa didalam kantor Kejari Kendari ini bukan hanya sekali akan dilakukan tapi akan ada aksi selanjutnya, jika apa yang menjadi laporan kami di Kejari Kendari tidak ditindaklanjuti.

“Kami akan ingatkan terus pakai pengeras suara, karena kalau tidak pakai pengeras suara pasti tidak akan didengarkan oleh Kejari Kendari,” katanya.