Gagal Beli Minyak Goreng Murah, Emak-Emak Ngamuk di Kantor Bulog Divre Sultra

oleh
Gagal Beli Minyak Goreng Murah, Emak-Emak Ngamuk di Kantor Bulog Divre Sultra

Kendari, Beritakita.net

Emak-emak yang mengantre sejak pagi buta di Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sulawesi Tengggara (Sultra) mengamuk karena tidak mendapatkan minyak goreng.

Diketahui, Bulog bersama Disperindag Provinsi Sultra menggelar Pasar Murah selama tiga hari yakni sejak 3 – 5 Maret 2022, untuk komoditas minyak goreng, gula pasir dan beras.

Pada hari pertama, antrian warga yang mencapai ribuan dan hingga meluber ke jalan raya, sukses mencatatkan penjualan 4000 kantong minyak goreng.l, yang mulai dibuka sejak pukul 07.00 WITA.

Pada hari kedua ini sejak pagi antrian telah mengular hingga berdesakan di halaman kantor Bulog, namun hingga pukul 10.00 WITA, penjualan belum dibuka, akibatnya banyak warga yang protes.

Aksi protes tersebut selanjutnya berubah menjadi caci maki bernada emosi setelah dari para ibu-ibu, setelah diumumkan penundaan penjualan minyak goreng untuk waktu yang tidak ditentukan.

BACA JUGA :  Pj Wali Kota Muhammad Yusup Buka RPJPD Kota Kendari Tahun 2025 - 2045 

Ibu Rumah Tangga (IRT), Rosnawati mengatakan dirinya telah mengantri di Kantor Bulog sejak pagi namun hingga saat ini tidak mendapatkan minyak goreng.

“Dari pagi kita menungu bodoh di sini, nyatanay apa yang kita dapat nihil,” ujarnya, Jumat (4/3/2022).

Bahkan ia mengungkapkan pihaknya tidak diberi kejelasan yang pasti terkait sampai kapan akan dilakukan penundan penjualan minyak goreng tersebut.

“Kalau tidak ada mi tolong sampaikan supaya kita tahu, supaya kita tidak menunggu bodoh disini,” ungkap.

Di tempat yang sama, Ernawati juga salah satu emak-emak yang ikut mengantri mengaku menyesalkan kebijakan itu. Sebab sejak awal tidak diberi pemberitahuan bahkan informasi itu terbilang sangat mendadak.

BACA JUGA :  Demi Dua Liter Minyak Goreng, Emak-emak Rela Mengantri Sejak Pagi di Kantor Disperindagkop Sultra

“Kita ini datang disini cuma mau beli minyak kasian, kalau memang tidak bisa beli banyak satu juga tidak apa kasian asal kita dapat. Kita ini jauh kasian rumahnya kita, masa tidak mengerti perasaanya kita,” sesalnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bulog Sultra, Siti Mardati Saing menjelaskan, bahwa penundaan itu disebabkan dari kondisi yang tidak memungkinkan, karena masyarakat yang hadir tidak menaati tata tertib maupun Protokol kesehatan (Prokes).

“Mempertimbangkan protokol kesehatan maka kami hanya melayani tahap pertama saja, termaksud untuk besok kami akan tunda juga dulu,” pungkasnya.

Laporan: Rizal Saputra / Editor: Kang Up