Kendari, Britakita.net
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat tingkat kemiskinan di pedesaan lebih parah dibandingkan di perkotaan.
Data tersebut sebagaimana dipaparkan Stastisi Ahli Madya BPS Sultra, Ahmad Luqman dalam rilis virtual BPS Sultra, Senin (17/1/2022).
Pada periode Maret 2021–September 2021, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami kenaikan.
Indeks kedalaman kemiskinan sendiri adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
Sedangkan Indeks keparahan kemiskinan adalah gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin.
Data BPS mencatat, Indeks Kedalaman Kemiskinan pada September 2021 sebesar 2,401, naik dibandingkan Maret 2021 yang sebesar 2,157.
“Demikian juga dengan Indeks Keparahan Kemiskinan, pada periode yang sama mengalami kenaikan dari 0,556 menjadi 0,691,” terang Ahmad Luqman.
Diungkapkannya juga, berdasarkan daerah, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan perdesaan lebih tinggi daripada perkotaan.
Pada September 2021, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan untuk perkotaan sebesar 1,315, sedangkan di perdesaan jauh lebih tinggi, yaitu mencapai 3,016.
“Demikian pula untuk nilai Indeks Keparahan Kemiskinan di perkotaan adalah sebesar 0,353, sedangkan di perdesaan lebih tinggi, yaitu mencapai 0,882,” pungkas Ahmad Luqman.
Laporan Redaksi






