25.4 C
Kendari
Senin, Desember 5, 2022

Polisi Tetapkan Enam Tersangka Kasus Aborsi di Kendari, Libatkan Ibu Anak dan Dua Bidan

Kendari, Britakita.net

Kepolisian Sektor (Polsek) Mandonga  menetapkan enam tersangka dalam kasus aborsi. Kasus ini sendiri terbongkar setelah warga Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari membongkar kuburan janin.

Kuburan yang terletak disebuah kebun itu dibongkar setelah warga setempat curiga dengan gerak gerik sepasang pria dan wanita masuk ke kebun membawa kantong plastic, dan nampak menguburkan sesuatu.

Sebelumnya, polisi yang menetapkan 4 tersangka inisial inisial NR (15), YD (19), NH (34) dan AS. NH sendiri diketahui merupakan ibu kandung NR. Sedangkan NR adalah ibu dari bayi yang diaborsi. Dan YD adalah pacar NR, yang menghamilinya dan diduga ikut membatu proses aborsi.

BACA JUGA :  Seorang Suami di Mubar Aniaya Istri Gegara Menolak Berhubungan Intim 

Dalam proses aborsi NR diketahui dibantu AS. dan dua tersangka lainnya yakni SS dan WA yang berprofesi sebagai bidan. Dengan bertambahnya dua tersangka, maka seluruh tersangka dalam kasus ini sebanyak enam orang.

Kapolsek Mandonga, Kompol. Muh Salman, mengatakan dari hasil keterangan dokter Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, terungkap jika SS dan WA mau membantu NR karena kasihan.

“SS dan WA merasa kasihan dan menuruti kemauan NR yang meminta dibantu untuk menggugurkan. Sempat ditolak beberapa kali dan diarahkan untuk ke rumah sakit,” ungkap Kompol Salman, Senin, 3 Oktober 2022.

BACA JUGA :  Razia Hotel di Bulan Ramadan, Polisi di Konawe Tangkap Dua Pelajar Diduga Hendak 'Wik-wik'

Para tersangka sepakat untuk menggugurkan dan biaya persalinan yang akan dibayar ke bidan senilai Rp 5 juta.

“Janin perempuan yang digugurkan sudah dalam meninggal dunia yang usianya kurang lebih 7 bulan,” lanjut Kompol Salman.

Atas perbuatan, keenam tersangka dijerat undang-undang kesehatan pasal 194 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Dan pasal 346 KUHP berkaitan dengan aborsi ancaman 4 tahun penjara dan untuk tersangka YD disangkakan pasal 81 tentang perlindungan anak dengan persetubuhannya,” pungkasnya.

Laporan: Adh

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!