Kendari, Britakita.net
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah mengejar para pelaku pengrusakan yang membuat lapak usaha masyarakat hancur yang terjadi di kawasan teluk Kendari, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.
Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sultra AKBP. Bambang Wijanarko menjelaskan Unit Jatanras telah diperintahkan untuk mengidentifikasi para korban untuk melakukan laporan.
“Iya, unit Jatanras sudah saya perintahkan untuk mengidentifikasi para korban dan mengarahkan untuk membuat laporan polisi,” ungkapnya, melalui pesan whatsapp, Jumat, 17 September 2021.
Dimana, amukan massa yang terjadi saat bentrok di kawasan Kendari Beach melibatkan dua kelompok pemuda Selasa (14/9/2021) lalu. Pihaknya juga belum bisa mengidentifikasi terduga pelaku.
Sebab, kepolisian saat itu berkonsentrasi mencegah terjadinya bentrok fisik antara dua kelompok pemuda yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Jumlah massa cukup lumayan dan konsentrasi kami pada saat itu adalah menghindarkan terjadinya bentrokan fisik antara 2 massa yang berpotensi menimbulkan korban jiwa,” bebernya.
Bambang juga menambahkan, bahwa polisi telah mengamankan terduga pelaku pengrusakan. Namun, telah melepaskan dengan syarat tidak akan mengulangi tindak pidana.
“Terhadap salah satu pelaku pengerusakan atas nama rizal sudah diamankan, namun karena masih dibawah umur dan diduga dalam kondisi gangguan mental, maka untuk sementara waktu kami kembalikan ke orang tuanya dan kelapa desa untuk menjamin rizal tidak berbuat tindak pidana yang lain,” tungkasnya.
Sementara salah satu masyarakat yang menjadi korban pengrusakan, Wawan (24) mengatakan box jualannya diangkat hingga terbalik dan seluruh isi perlataan dan perabotan didalam box tersebut terbuang keluar.
“Saya melihat dari kejauhan, tapi saya tidak bisa bikin apa-apa, mereka membawa parang sambil teriak-teriak membanting boxku,” kata Wawan.
Wawan juga menaksirkan kerugian yang ia alami atas bentrok dua kelompok pemuda tersebut sekitar Rp. 3.5 Juta Rupiah.
“Mulai dari Toples, Kursi, perabotan dan box jualanku sekitar Rp. 3.5 Juta,” jelasnya.
Selain Wawan, salah seorang pedagang yang tak ingin disebutkan namanya juga mengalami kerugian akibat bentrok tersebut.
Pedagang tersebut mengatakan bahwa box jualan miliknya sama sekali belum pernah ia gunakan untuk menjual karena kondisi cuaca yang masih sering hujan.
“Ini box saya baru beli dan taruh disini, belum pernah saya pakai dan jadinya sudah dirusak seperti ini,” ungkapnya.
Laporan: Ardiansyah/Editor: Komar






