Kendari, Britakita.net
Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri telah usai, sebanyak 38 Provinsi seluruh Indonesia ikut serta dalam Event Nasional yang direncanakan akan dilaksanakan Setahun Sekali ini. Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Pengurus Provinsi (Pengprov) KONI Sultra juga ikut andil salam PON Beladiri dengan mengirim 52 Atlet yang terdiri dari Delapan Cabang Olahraga (Cabor).
Kontingen Provinsi Sultra, pun yang mengikuti Delapan Cabor yaitu Taekwondo, Gulat, Tarung Drajat, Sambo, Shorinji Kempo, Pancak Silat, Karate dan Wushu berhasil membawa Sembilan Medali terdiri dari Dua Medali Perak, dan Tujuh Medali Perunggu. Meskipun belum bisa membawa pulang Medali Emas, Kontingen Sultra telah berhasil memberikan pertandingan maksimal untuk mengharumkan nama Bumi Anoa di Panggung Nasional.
Keberhasilan atlet Kontingen Sultra yang berlaga di PON Beladiri yang digelar oleh Djarum Foundation di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) akibat perhatian khusus dari Pengprov KONI Sultra mulai dari Training Center (TC) selama satu bulan serta pemberian Nutrisi yang diawasi langsung oleh Ahli Gizi, Ayu Rahmadani, STr. Gz, MKM yang merupakan salah satu ASN yang bertugas di Rumah Sakit Antero Hamra Kota Kendari.

Pemenuhan Nutrisi Atlet selama TC dalam sebulan sangat menunjang performa Atlet saat pertandingan ditambah lagi ada beberapa atlet yang harus melalukan Diet Ekstream untuk bisa bertanding sesuai nomor kelasnya namun tetap memerhatikan asupan nutrisi Atlet. Kehadirian Ahli Gizi pun menjadi salah satu faktor penting untuk mempersiapkan atlet untuk bisa Strong saat hari pertandingan nanti.
Selama sebulan TC mulai 11 September hingga 11 Oktober Ayu Rahmadani selalu standby di lokasi TC yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), jadwal makan Puluhan Atlet harus selalu dalam pantauan Ahli Gizi. Mulai dari makan Pagi, Siang dan Malam selama satu bulan, dan setiap harinya seluruh Atlet harus ditimbang berat bedannya untuk mendapatkan berat badan sesuai nomor pertandingan masing-masing Cabor.
“Jadi Atlet makan pagi pukul 6:30 wita, saya harus ada ditempat para atlet makan, untuk melihat menu-menu apa sudah sesuai yang kami pesan. Begitu juga saat makan siang dan malam,” katanya.
“Setiap hari atlet juga harus ditimbang, untuk melihat program diet yang diikuti, karena meskipun sedang menjalani diet para atlet tetap harus mendapatkan nutrisi harian yang cukup. Bila tidak, maka akan mengganggu kesehatan dan performa atlet saat latihan dan berlaga nanti, apa lagi latihan saat TC itu sangat berat jika Nutrisinya kurang itu sangat membahayakan atlet,” tambah Alumni Poltekes Kendari Jurusan Gizi itu.
Tugas tambahan untuk memastikan pemenuhan nutrisi Atlet tentu sangalah melelahkan, karena selama sebulan setiap hari Ayu Rahmadani harus standby melihat perkembangan Atlet untuk mendapatkan berat badan yang sesuai dengan pemenuhan nutrisi yang lengkap.
Dan lelah itupun terbayarkan saat proses penimbangan Atlet sebelum pertandingan, dimana 52 Atlet Kontingen Sultra dari Delapan Cabor berhasil lolos disesi penimbangan PON Beladiri Kudus, Jawa Tengah. Dimana Kontingen Provinsi-provinsi lain banyak yang gugur akibat berat badannya tidak sesuai aturan pertandingan, dan itu menunjukkan keberhasilan Ahli Gizi untuk menjaga berat badan Atlet.
“Allhamdulillah kerja keras kami bersama panitia TC hingga hari pertandingan berhasil, semua Atlet lolos dalam sesi penimbangan. Dimana ini penimbangan Atlet menentukan para Atlet bisa ikut bertanding atau tidak dan seluruh Atlet Kontingen Sultra berhasil lolos,” katanya.
“Tentunya keberhasilan kami ditim Gizi tidak luput dari peran penting Ketua KONI Sultra, Andi Ady Aksar yang selalu memberikan yang terbaik untuk para Atlet PON Beladiri. Karena meskipun pengawasan kami lakukan secara Insentif, namun pemberian makanannya tidak maksimal itu tidak akan berhasil,” katanya.





