Insiden Kecelakaan Kerja PT WIL, Disnaker Sultra Diminta Tegas

oleh
oleh
Insiden Kecelakaan Kerja PT WIL, Disnaker Sultra Diminta Tegas

Kendari, Britakita.net

Kecelakaan kerja baru-baru ini di lokasi tambang PT Waja Inti Lestari (WIL) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan aktivis hukum dan lingkungan.

Ketua Law Mining Center (LMC), Julianto Jaya Perdana, menyuarakan kekhawatiran tersebut. Menurut pernyataan resmi yang diterima oleh media ini, Julianto mencurigai bahwa karyawan PT WIL tidak mendapatkan pelatihan atau perlengkapan yang memadai sesuai dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kami melihat bahwa PT WIL tidak memprioritaskan atau menerapkan langkah-langkah K3. Mengabaikan aspek ini meningkatkan risiko kecelakaan kerja, dan tanpa alasan apapun, perusahaan harus bertanggung jawab,” Ungkap Julianto.

BACA JUGA :  Tak Mau Bertanggung Jawab Usai “Cocok Tanam” Dengan Anak Dibawah Umur, Pria Ini Diamankan Polisi

Sebagai respons, pria yang kerap disapa Jul ini mendesak Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara (Disnakertrans) untuk segera menyelidiki sistem manajemen K3 PT WIL.

“Dengan potensi tinggi kecelakaan kerja di tambang ini, seperti kasus yang menimpa petugas keamanan akibat longsor yang menyebabkan hilangnya nyawa, Disnaker harus memastikan apakah perusahaan milik Haji Tasman ini patuh terhadap standar K3,” tegas Julianto.

BACA JUGA :  Naik Motor Sambil Main HP, Pemotor di Kolaka Tewas Usai Tabrak Truk Sayur

“Jika tidak, kami mengharapkan Disnaker Sultra untuk memberlakukan sanksi,” tambahnya.

Julianto juga berkomitmen untuk mengawasi penyelidikan kecelakaan kerja ini, melibatkan lembaga legislatif dan berkoordinasi dengan Ombudsman untuk memantau tindakan Disnakertrans Sultra.

“Jika Disnakertrans mengabaikannya, kami berkomitmen untuk mengejar kasus ini hingga tingkat legislatif dan akan terus berkoordinasi dengan Ombudsman untuk memantau tindakan Disnakertrans terkait masalah ini,” katanya.

Terakhir, Julianto mendesak Polres Kolaka untuk sementara menghentikan semua aktivitas di area tambang PT WIL hingga penyelidikan selesai.