Breaking News
light_mode
Beranda » Hukrim » Imbas Laporan Pasien, Pihak RS Hermina Kendari Akan Diperiksa Polisi

Imbas Laporan Pasien, Pihak RS Hermina Kendari Akan Diperiksa Polisi

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
  • visibility 1.353

Kendari, Britakita.net

Rumah Sakit (RS) Hermina Kendari diagendakan akan menjalani pemeriksaan di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemeriksaan  RS Hermina Kendari berkaitan dengan adanya laporan pasien beberapa waktu lalu.

Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimsus) Polda Sultra, Kompol Indra Asrianto menyebut agenda pemeriksaan tersebut telah dijadwalkan penyidik.

Pemanggilan terlapor menyoal dugaan tindak pidana pemalsuan dan penipuan dilakukan RS Hermina terhadap pasien atau pelapor. Sementara pelapor sendiri sudah menjalani pemeriksaan.

“Tahap selanjutnya pihak Rumah Sakit Hermina akan dilakukan pemeriksaan,” kata dia, Sabtu (6/9/2025).

Ia menegaskan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh penyidik, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka.

“Laporan kasus ini masih dalam penyelidikan. Untuk mengetahui apakah benar atau tidak sama sekali atau adanya kesalahan administrasi,” imbuh Kompol Indra.

Rumah Sakit (RS) Hermina Kendari diadukan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (26/8/2025).

Aduan tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Ariansyah, suami eks pasien RS Hermina Kendari, Yayuk Sapta Bela yang didampingi Andri Darmawan selaku kuasa hukumnya.

Andri Dermawan mengatakan, aduan yang dilayangkan kleinnya berkenaan dengan kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dan penipuan yang dilakukan RS Hermina Kendari.

“Aduan klien kami itu dugaan pemalsuan dan penipuan,” ucap dia.

Disebutkannya aduan dugaan pemalsuan dan penipuan pengadu kliennya, berawal istri pengadu mendapat rujukan dokter kandungan untuk melakukan operasi sesar di RS Hermina Kendari, tepatnya 24 Juli 2025 lalu.

Datang sebagai pasien BPJS Kesehatan, teradu kemudian mengalihkan status istrinya sebagai pasien umum, dengan alasan agar mendapatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang memadai.

Lantas saat itu, suami pasien langsung membayar biaya perawatan ke pihak RS Hermina Kendari senilai Rp17,9 juta, dibuktikan dengan resi transferan ke Bank RS Hermina Kendari atas nama Medika Loka Kendari.

“Istrinya ditempatkan di IGD, setelah 12 jam menunggu istrinya belum dapat kamar, sementara pasien lain yang datang belakangan pake jalur umum langsung dapat, makanya dia putuskan untuk ambil umum juga karana takut istrinya tidak mendapat pelayanan maksimal,” ucap Andri.

Yang menjadi aneh, ketika suami pasien dikirimkan kwitansi bukti pembayaran lewat pesan WhatsApp. Didalam surat itu, pasien tercatat sebagai pasien yang dijaminkan BPJS Kesehatan.

Padahal sebelumnya, suami pasien sendiri telah mengalihkan status perawatannya ke umum. Sehingga ini yang dinilai janggal oleh suami pasien. Ia pun memutuskan untuk menghubungi dua staf di bagian admin RS Hermina Kendari.

“Semua chatnya (suami pasien) tanyakan soal billing ini, tapi dapat dilihat chatnya, si admin tidak menanggapi, bahkan admin hanya mengatakan nanti konfirmasi ke kasir, selebihnya tidak ada lagi. Jadi dua orang dia chat, sama tidak ada jawaban terkait ini,” ungkapnya.

Karena tidak mendapat jawaban dari pihak RS Hermina Kendari, suami pasien lantas memutuskan untuk mengadukan masalah ini ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kendari.

“Sekilas, Pak Antar Kepala Bagian Kantor BPJS menyampaikan terima kasih karena sudah datang melaporkan terkait ini, dan mereka akan memblokir. Itu ada saksinya, empat orang, karana suami pasien ini ditemani beberapa teman,” jelas Ketua DPW KAI Sultra itu.

Manajemen RS Hermina Kendari membantah soal adanya melakukan penipuan dan pemalsuan seperti yang dituduhkan salah satu keluarga pasien.

Pihak rumah sakit menyebut persoalan yang muncul hanyalah masalah teknis administrasi yang menimbulkan kesalahpahaman.

Terkait perubahan BPJS ke umum, pihak rumah sakit mengklaim tidak ada unsur klaim fiktif seperti yang disebutkan keluarga pasien.

RS Hermina Kendari akui ada kendala teknis di sistem SIM-RS, sehingga data pasien yang sudah berpindah status dari BPJS ke umum masih terekam dengan penjamin BPJS Kesehatan.

“Seharusnya status itu langsung diedit di sistem. Tapi karena lupa, maka masih tercatat sebagai pasien BPJS. Mestinya sebelum kwitansi diberikan ke pasien, data diverifikasi ulang. Jadi murni masalah administratif, bukan manipulasi,” ucapnya saat konferensi pers pada 29 Agustus 2025 lalu.

Sementara itu, pihak BPJS Kesehatan juga membantah adanya sanksi pemblokiran klaim terhadap RS Hermina Kendari. Manajer Pelayanan BPJS Kesehatan Kendari, dr. Indah, memastikan tidak ada pemblokiran apalagi penghentian layanan klaim.

“Tidak benar ada pemblokiran. Kami sudah konfirmasi langsung, dan memang tidak ada pengajuan klaim pembayaran dari pihak rumah sakit untuk kasus itu,” ngakunya.

  • Penulis: redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Narkoba di Kendari Ibarat Pepatah “Hilang Satu Tumbuh Seribu”

    Pelaku Narkoba di Kendari Ibarat Pepatah “Hilang Satu Tumbuh Seribu”

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle redaksi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    Kendari, Britakita.net Pelaku Narkoba di Kota Kendari seakan tidak ada habisnya, meski Polres Kendari telah menangkap banyak pelaku Narkoba, namun selalu saja ada pelaku-pelaku baru diamankan seperti pepatah “hilang satu tumbuh seribu”. Hal tersebut terlihat saat Polres Kendari kembali merilis penangkapan pelaku Narkoba Jumat (7/6/23) dengan tersangka Tiga orang yaitu SB (34), AG (30) dan […]

  • Pj Bombana Minta Masyarakat Terlibat Dalam Pencegahan Stunting

    Pj Bombana Minta Masyarakat Terlibat Dalam Pencegahan Stunting

    • calendar_month Sab, 15 Jul 2023
    • account_circle redaksi
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Bombana, Britakita.net Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bombana gelar Rembuk Stunting dalam rangka menyusun komitmen dan rencana aksi untuk menekan angka stunting diwilayah Kabupaten Bombana, Kamis, (13/07/23) Pj. Bupati Bombana Burhanudin, dalam sambutannya Mengatakan Percepatan Penurunan Stunting memerlukan memerlukan Komitmen yang Kuat dari semua stakeholder, ini Bukan hanya komitmen ditingkat […]

  • Pilbup Mubar, Gerindra Sultra Beri Rekomendasi ke Laode Darwin-Ali Basa

    Pilbup Mubar, Gerindra Sultra Beri Rekomendasi ke Laode Darwin-Ali Basa

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2024
    • account_circle redaksi
    • visibility 667
    • 0Komentar

    Jakarta, Britakita.net Usai menyerahkan Rekomendasi dukungan Partai Gerindra kepada Tiga Bakal Calon Bupati (Bacabup) yaitu Kolaka Utara, Konawe dan Konawe Selatan, DPD Gerindra Sultra kembali menyerahkan rekomendasi kepada Bacabup Kabupaten Muna Barat (Mubar). Dimana Gerindra Sultra menyerahkan rekomendasi kepada pasangan Bacabup Laode Darwin-Ali Basa. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Andi Ady […]

  • Cekcok Saat Miras Rekan Ditebas, Lengan Nyaris Putus, Kepala Berlumur Darah

    Cekcok Saat Miras Rekan Ditebas, Lengan Nyaris Putus, Kepala Berlumur Darah

    • calendar_month Ming, 20 Mar 2022
    • account_circle Admin Britakita.net
    • visibility 865
    • 0Komentar

    Muna, Britakita.net LF (33) warga Desa Lasunapa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna akhirnya harus meringkuk di ruang tahanan Polres Muna. Ia ditangkap polisi setelah melakukan penganiayaan berat yang membuat korbannya berlumuran darah dan harus dirawat intensif di rumah sakit. Penganiayaan itu sendiri terjadi pada pada Sabtu (12/3/2022) sekira Pukul 16.00 WITA di depan SD 9 Duruka. Kabag […]

  • Muswil Pekat IB Sultra Siap Dilaksanakan, 17 DPD Pekat Akan Dilantik

    Muswil Pekat IB Sultra Siap Dilaksanakan, 17 DPD Pekat Akan Dilantik

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2020
    • account_circle redaksi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Kendari, Britakita.id Berbagai persiapan telah dirampungkan pengurus DPW Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Provinsi Sultra dalam rangka penyelenggaraan Musyawarah wilayah (Muswil). Bendera dan spanduk Pekat IB pun sudah tampak terpasang di beberapa ruas jalan Kota Kendari menuju lokasi pelaksanaan Muswil yang akan digelar di Hotel Claro Kendari, pada 29 Februari 2020 besok. […]

  • Berawal Dari ‘Perempuan Dititik Nol’, UKM-Seni IAIN Kendari Pentaskan Monolog di Kancah Nasional 

    Berawal Dari ‘Perempuan Dititik Nol’, UKM-Seni IAIN Kendari Pentaskan Monolog di Kancah Nasional 

    • calendar_month Sel, 14 Des 2021
    • account_circle redaksi
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    Kendari, Britakita.net  Unit Kegiatan Mahasiswa Seni (UKM-Seni) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menampilkan pertunjukan monolog ‘Perempuan Dititik Nol’ diajang Temu Teman Teater Mahasiswa Nusantara ke XVIII. Perempuan Dititik Nol merupakan pertunjukan seni yang diadaptasi dari novel Nawal El Saadawi, menjadi sebuah refleksi bahwa perempuan tidak selalu dianggap remeh. Menolog yang dibawahkan Andi Nurcahayati Amir […]

expand_less