Kendari, Britakita.id
Aktifitas PT. Thosida yang berada di Kabupaten Kolaka tak memiliki Terminal Khusus (Tersus), namun sampai saat ini masih melakukan ekspor nikel disoal DPRD Provinsi Sultra. Dimana DPRD Provinsi telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebanyak dua kali namun sayangnya pihak PT Thosida tak pernanh memenuhi panggilan DPRD Provinsi.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sultra, Sudirman saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Dewan Selasa (21/1/20). Mengatakan bagaimana bisa dengan kuota ekspor yang sangat besar hingga1,9 juta metrik ton, namun PT Thosida tak memiliki Tersus.
“Tosida ini harus memiliki terminal khusus, karena secara teknis siap. Teknis itu yang paling utama, karena terminal itu untuk mengirim ore nikel. Kemudian kalau kuat finansial PT. Thosida harusnya bikin terminal sendiri, jangan menggunakan terminal perusahaan lain,” jelasnya saat memimpin RDP. Selasa, (21/01).
Ia menambahkan, pernyataan Syahbandar dalam RDP sebelumnya PT Thosida menggunakan Tersus PT Sumber Setia Budi (SSB), namun RDP kedua ini klarifikasi, Perusahaan SSB mengakui, namun hanya menggunakan satu kali saja.
“Inilah yang akan kami pertanyakan karena kuota ekspor PT Thosida yang terlalu besar itu lewat perusahaan mana dia kirim,” tegasnya.
Tak hanya itu Sudirman, RDP sebelumnya pihak Syahbandar menyampaikan, bahwa PT Bola Dunia tidak pernah menggunakan tersusnya untuk PT Thosida, akan tetapi pihak Syahbandar yang hadir dalam RDP kedua ini PT Bola Dunia pernah satu kali digunakan.
“Inilah yang menjadi pertanyaan kita, sehingga mendorong kami dari Komisi III untuk rapat internal dan ini akan kita buatkan pansus masalah pertambangan khususnya PT Thosida ini,” urainya.
Selain itu ia menjelaskan, anggota Komisi III DPRD Sultra kecewa, karena tidak ada inisiatif dari PT Thosida untuk melakukan klarifikasi para aspirator-aspirator dalam hal ini Mahasiswa yang tergabung dalam Format Sultra.
“Sudah dua kali dilakukan pemanggilan, namun tidak pernah hadir. Ini menimbulkan pertanyaan,” ujarnya.
Untuk diketahui, DPRD Sultra menggelar RDP jilid II dan menghadirkan Format Sultra, Syabandar Kolaka, PT Putra Mekongga Sejahterah (PMS), PT Sumber Setia Budi (SBB), dan juga pihak Pelabuhan Kelas III Unit Kolaka.
Laporan: Adam
Editor: Ruddi






