Diduga Lakukan Aktifitas di Dalam Kawasan HPT Tanpa Izin, PT SBP Dipolisikan

oleh
oleh
Diduga Lakukan Aktifitas di Dalam Kawasan HPT Tanpa Izin, PT SBP Dipolisikan
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Kendari, Britakita.net

PT Sumber Bumi Putra (SBP) dilaporkan Lembaga Komite Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tambang (Komplit) Sultra, terkait dugaan melakukan aktifitas pertambangan di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tanpa izin.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komplit Sultra, Andi Arman Manggabarani usai melaporkan PT SBP yang tengah beroperasi di Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Dimana Komplit Sultra menyambangi Mapolda Sultra Jumat (15/9/23).

“Dari investigasi kami, ada beberapa alat berat dan DT (Dumptruck) sangat masif melakukan aktivitas pertambangan di luar dari PPKH di IUP PT SBP,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Tukang Parkir Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Toilet Mesjid Raya Al-Kautsar Kendari

Kata Andi, HPT yang di garap PT SBP  berada di luar dari wilayah Persetujuan Pemakaian Kawasan Hutan (PPKH) miliknya.

“Ini bukan kali pertama SBP melakukan dugaan kejahatan kehutanan. Hal yang sama juga pernah di lakukan, bahkan IUP-nya sempat di cabut pada saat itu,” ujarnya.

Untuk itu Komplit Sultra meminta Ditkrimsus Polda Sultra menindak lanjuti laporan mereka dan segara memanggil serta memeriksa pihak PT SBP.

BACA JUGA :  Antam UBPN Konut Bersama YARI, Sosialisasi dan Koordinasi Kegiatan Program KJA di Desa Tapunopaka

“Kami juga sudah memasukan aduan ke Syahbandar Molawe. Tuntutan kami agar tidak menerbitkan SBP dua kapal tongkang,” pungkasnya.

Sementara itu Kuasa Direktur PT SBP, Fajar Hasan yang di konfirmasi melalui WhatsApp-nya, tentang dugaan aktifitas didalam kawasan HTP tanpa izin yang dilaporkan di Mapolda Sultra, yang bersangkutan belum memberikan komentar. Dan hingga berita ini diterbitkan upaya konfirmasi media ini kepada pihak PT SBP belum juga ada jawaban.