Alokasi DD Tetebawo Kolut Dipertanyakan, Mantan Kades: Banyak Kegiatan Kami Duga Fiktif

waktu baca 2 menit
Senin, 6 Mar 2023 07:39 0 430 redaksi

Kolut, Britakita.net

Penggunaan Dana Desa (DD) di Desa Tetebawo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sultra disorot. Dimana Anggaran yang dipertanyakan itu merupkan DD tahun 2018 hingga 2022 yang alokasikan untuk beberapa bangunan Desa namun diduga fiktif.

Kecurigaan tersebut disampaikan salah satu masyarakat Desa Tetebawo, Ambo Sakka mengatakan, di antara yang diduga fiktif adalah pemeliharaan gedung prasarana Balai Desa yaitu pemeliharaan gedung kesenian dengan anggaran Rp 67 juta pada tahun anggaran 20218.

“Anggaran peningkatan produksi tanaman pangan, berupa alat produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan padi atau jagung juga fiktif,” kata Mantan Kepala Desa (Kades) itu.

Lanjut Ambo Sakka, pembangunan jalan desa berupa pembangunan gorong-gorong, selokan, Box culvert, drainase, dan prasarana jalan lain memggunakn anggaran 2020 juga diduga fiktif. Juga anggaran pemberdayaan masyarakat Desa dan penguatan ketahanan pangan Desa tahun 2022 juga dipertanyakan.

Alokasi DD Tetebawo Kolut Dipertanyakan, Mantan Kades: Banyak Kegiatan Kami Duga Fiktif

“ Masih banyak lagi, kegiatan-kegitan yang kami pertanyakan yang menggunakan Dana Desa Tetebawo,” katanya.

Senada dengan Ambo Sakka, Kepala Sekolah PAUD di Desa tersebut, Nurwakia juga menyebut bahwa LPJ yang dibuat Kepala Desa Tetebawo anggaran tahun 2018-2022 untuk PAUD / TK tidak sesuai yang diterimanya.

“Tahun anggaran 2018-2022 untuk PAUD / TK tidak sesuai yang kami terima, bahkan kami pernah mengajukan ke Kepala Desa Tetebawo untuk pengadaan alat belajar mengajar serta perbaikan prasarana, terkadang kami menunggu dan bahkan tidak diindahkan, jadi kami pakai dana pribadi supaya anak binaan kami bisa belajar dan bermain,” tutupnya.

Sementara itu, saat media ini berupaya mengkonfirmasi Kades Tetebawo, Sarman melalui via WhatsApp pada Tanggal (3/3/23) terkait beberapa penggunaan anggaran dana desa tahun 2018-2022 yang diduga fiktif itu, hingga berita ini terbit belum ada jawaban dari Kades. Bahkan konfirmasi melalui WhatsApp hanya dibaca saja, dan upaya konfirmasi melalui panggilan WhatsApp juga tak direspon Kades.

Laporan: Mar

Penulis :
Editor :

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




LAINNYA
error: Content is protected !!