25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Warga Bantaran Kali Pohara Ronda Malam Untuk Cegah Buaya Masuk ke Pemukiman 

Kendari, Britakita.net

Warga di bantaran Kali Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggra (Sultra) kembali diresahkan kemunculan buaya.

Dalam rekaman video amatir yang direkam warga belum lama ini terlihat reptil berdarah dingin tersebut naik ke tepi kali hendak ke pemukiman warga.

Salah seorang warga Desa Pohara Pirman Saeho, mengatakan kemunculan buaya di kali tersebut sudah menjadi tontonan warga setempat.

“Sudah jadi tontona warga mi itu buaya,” ungkap Pirman Saeho saat dikonfifmasi Britakita.net via telepon, Minggu (27/3/2022).

Pirman juga mengungkapkan iika masyarakat setempat sudah sudah mengetahui jadwal kemunculan binatan buas itu. Itu buaya dia muncul setiap malam, setiap siang, sore juga,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Konawe Bersiap Jadi Tuan Rumah Hari Otonomi Daerah

Menurutnya, karena masyarakat mulai resah dengan kemunculah buaya tersebut, saat ini masyarakat mengambil langkah pencegahan agar tidak ada korban.

“Masyarakat di Pohara itu sekarang sudah antisipasi, dalam hal ini mereka berjaga-jaga. hampir tiap malam itu mereka berja-jaga kaya ronda,” beber Pirman.

Ia juga menjelaskan, masyarakat di bantaran Kali Pohara sudah pernah hendak melakukan penangkapan, namun gagal karena terkendala sarana dan fasilitas.

“Soalnya kami masyarakat pohara sudah pernah kita berembuk sama masyarakat disekitaran situ, bahkan kami mau bikin jerat di sungai, tapi karna terkendala fasilitas,” tegas Pirman.

Ia juga mengaku prihatin dengan kemunculan buaya yang meresahkan warga. Untuk itu ia berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa menyelesaikan masalah ini.

BACA JUGA :  Kery Serahkan 571 Sertipikat Tanah di Dua Kecamatan

“Maksud saya setidaknya mungkin ada dinas terkait yang bisa turun lansung untuk mengecek lah supaya kita cari sama-sama solusinya,” ujar Pirman.

Terkait keresahan warga tersebut, Koordinator Pengamanan, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSA) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ashar Ipu mengatakan, jika pihaknya memfasilitasi warga melakukan penangkapan, itu hal yang salah karena hewan tersebut masuk kategori dilindungi.

” Tapi kalau inisiatif warga sendiri yang mau tangkap saya kira tidak ada masalah yang penting hewan itu sudah mengahawaritkan,” singkat Ashar saat dikonvirmasi via telepon, Senin (28/3/2022)

Laporan Rizal Saputra

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!