Menjelang Hari Lebaran 1444 Hijriah, Stok Beras di Konawe Aman

waktu baca 2 menit
Minggu, 16 Apr 2023 23:03 0 388 redaksi

Konawe, Britakita.net

Sekretaris daerah (Sekda) kabupaten Konawe Dr. Ferdinand Sapan, S.H. M.H. mengatakan stok beras jelang lebaran Idul Fitri 1444 Hijriyah tahun 2023 Masehi di kabupaten Konawe masih sangat aman.

Informasi ini Sekda Konawe sampaikan usai berkunjung ke sejumlah industri penggilingan padi di Kecamatan Uepai, Padangguni dan Lambuya, Minggu (16/4/2023).

Dalam kunjungan itu Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr Ferdinand Sapan didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muh Hasim, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Konawe, Muh Nur, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Konawe, Muhammad Akib Ras serta Kepala Bulog Sub Divre Unaaha, Muh Abdan Djamir serta Kepala BPKAD Konawe, HK Santoso.

“Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan stok pangan jelang hari raya idul fitri 1444 Hijriah aman,” jelasnya.

Ferdinand mengungkapkan, kehadiran industri penggilingan padi ini memberikan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan beras dalam daerah.

“Inilah yang kita antisipasi, syukurlah saudara kita ini memenuhi kebutuhan beras kita di Sultra. Mudah-mudahan begitu juga di penggilingan lain supaya situasi di wilayah kita terkait dengan kesediaan pangan, nilai jual, daya beli itu terjaga semua,” kata Ferdinand.

Ia menambahkan, peran Pemerintah dan Bulog dalam hal ini juga sangat sentral.

Mantan Kepala BPKAD Konawe ini mendorong, kebutuhan beras baik di Konawe maupun di Kabupaten lainnya harus terpenuhi meskipun saat permintaan sedang tinggi.

Selanjutnya, kata dia, fluktuasi harga juga harus menjadi pertimbangan.

“Dimana ada barang disitu ada harga, artinya apa teman-teman kita yang memiliki usaha penggilingan padi juga harus melihat pasar dimana ada keuntungan dilepas disitu,” tambah Ferdinand.

Ferdinand juga menegaskan, stok pangan jelang hari raya idul fitri 1444 Hijriah 2023 Masehi aman hingga Mei 2023 mendatang.

Selain itu, Ferdinand menuturkan, kendala yang ada saat ini adalah kurang lebih sekira 6000 hektar lahan persawahan tidak produktif sehubungan dengan adanya perbaikan jaringan irigasi.

Meskipun demikian, lanjut Dia, perbaikan jaringan irigasi ini juga penting untuk para keberlangsungan para petani memperoleh air di masa mendatang.

“Makin bagus, setelah saya cek dilapangan kemungkinan kebocoran air hilang,” tandasnya.

Laporan: Mar

Penulis :
Editor :

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




LAINNYA
error: Content is protected !!