Gegara Reklamasi Pulau Basa, Masyarakat Adu Jotos Dengan Aparat

oleh
oleh
Gegara Reklamasi Pulau Basa, Masyarakat Adu Jotos Dengan Aparat
Ketgam: Ratusan masyarakat pesisir Kecamatan Poleang dan Poleang Barat, Kabupaten Bombana terlibat bentrok dengan kepolisian saat menggelar demonstrasi.

Bombana, Britakita.net 

Ratusan masyarakat pesisir Kecamatan Poleang dan Poleang Barat, Kabupaten Bombana terlibat bentrok dengan kepolisian saat menggelar demonstrasi di depan pintu gerbang Kantor Bupati Bombana, Senin, 6 September 2021.

Sempat terjadi adu jotos antara massa aksi dengan pihak kepolisian. Hal ini terjadi saat masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana untuk menolakan reklamasi Pulau Basa untuk dijadikan tempat pariwisata.

Penanggung jawab aksi, Gunawan mengatakan reklamasi akan merugikan para nelayan, bahkan akan menciptakan pengangguran masal.

BACA JUGA :  Target Vaksin Tahap Pertama Pemkab Bombana Mencapai 118.72 Persen

Menurutnya, masyarakat tersebut mayoritas nelayan dan hanya memiliki skil melaut dan menangkap ikan saja. Sehingga Gunawan meminta agar menghentikan upaya memuluskan reklamasi Pulau Basa.

“Melaut dan menangkap ikan sudah menjadi penghidupan mereka. Olehnya tidak ada alasan untuk kami tidak menolak reklamasi,” katanya Gunawan dalam orasinya.

Hingga masa aksi membubarkan diri, Bupati Bombana, Hj. Tafdil tak kunjung berada di tempat. Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, Man Arfa yang hadir di lokasi unjuk rasa hendak menemui massa.

BACA JUGA :  12.948 KPM Akan Terima Beras dari Pemkab Bombana

Man Arfa mengungkapkan bahwa terkait pulau bahwa pemerintah daerah tidak melampaui kewenangan, dikarenakan semua izin itu dari pemerintah pusat  bukan daerah.

“Izin itu di keluarkan pemerintah pusat bukan Pemda,” pungkasnya.

Laporan: Fendi/Editor: Komar