Dampak Implementasi Kebijakan pada Pendidikan dan Pasar Tenaga Kerja: dalam Perspektif Feminisme Liberal

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Jun 2023 08:15 0 690 redaksi

Kendari, Britakita.net

Feminisme Liberal merupakan suatu pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Feminisme liberal dapat diartikan sebagai aliran dalam gerakan feminis yang menekankan pentingnya kesetaraan gender serta kebebasan individu dalam konteks masyarakat. Sesuai dengan judul di atas, tulisan ini akan mengeksplorasi penerapan feminisme liberal dalam lingkup teori pembangunan dan melihat bagaimana pendekatan ini dapat mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi suatu negara yang bisa mengembangkan potensi di negara tersebut. Fokus utama pada tulisan ini terletak pada implementasi kebijakan feminisme liberal dan dampaknya terhadap perempuan dalam dua aspek penting pembangunan, yaitu mengenai pendidikan dan mengenai pasar tenaga kerja.

Feminisme liberal menekankan pada hak-hak individu, termasuk hak-hak perempuan, seperti hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang setara. Sementara itu, teori pembangunan berfokus pada upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial. Menggabungkan kedua teori ini memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang bagaimana kesetaraan gender dan kebebasan individu dapat menjadi komponen penting dalam proses pembangunan suatu negara.

Terdapat berbagai implementasi dalam beberapa bidang yang dilakukan oleh perempuan di Indonesia dalam pembangunan nasional yang dijelaskan sebagai berikut:

1) Pendidikan:

Pendidikan yang merata dan setara bagi semua warga negara merupakan aspek penting dalam pembangunan. Feminisme liberal mendorong pemerintah untuk mengadopsi kebijakan yang memastikan akses pendidikan yang sama bagi perempuan dan laki-laki. Implementasi kebijakan ini meliputi upaya meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan bagi perempuan, menghilangkan stereotip gender dalam kurikulum dan buku teks, serta memberikan kesempatan yang setara untuk perempuan dalam pendidikan tinggi dan bidang ilmu pengetahuan. Dalam konteks pembangunan, pendidikan yang merata dapat membantu meningkatkan partisipasi perempuan dalam kehidupan sosial dan ekonomi, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan dan kemajuan suatu negara.

2) Pasar Tenaga Kerja:

Feminisme liberal juga memiliki implikasi dalam pasar tenaga kerja. Kebebasan individu dan kesetaraan gender menjadi landasan bagi kebijakan yang menghilangkan diskriminasi gender dalam hal perekrutan, penggajian, dan kesempatan kerja. Pemerintah dapat mendorong kesetaraan gender di tempat kerja melalui peraturan dan kebijakan yang melindungi hak-hak perempuan, seperti kebijakan cuti melahirkan dan perawatan anak, memastikan upah yang setara untuk pekerjaan yang setara, serta mendorong kehadiran perempuan dalam posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Dalam pembangunan ekonomi, memanfaatkan potensi penuh tenaga kerja perempuan dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dampak-dampak dari tantangan yang di dapatkan negara apabila perempuan tidak mengimplementasikan feminisme liberal dalam teori pembangunan dapat berupa dampak positif yang signifikan. Peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan dan pasar tenaga kerja dapat memperkuat ekonomi suatu negara dengan meningkatkan produktivitas dan inovasi. Selain itu, peningkatan kesetaraan gender dan kebebasan individu juga berkontribusi pada kesejahteraan sosial, mengurangi ketimpangan gender, dan memperkuat demokrasi.

Namun, ada tantangan yang harus dihadapi dalam mengimplementasikan kebijakan feminisme liberal. Beberapa tantangan tersebut meliputi resistensi budaya dan sosial terhadap perubahan, kekurangan sumber daya untuk melaksanakan kebijakan tersebut, serta koordinasi yang efektif antara berbagai pemangku kepentingan yang terlibat.

Dalam tulisan ini, kita telah melihat penerapan feminisme liberal dalam lingkup teori pembangunan. Melalui implementasi kebijakan feminisme liberal dalam pendidikan dan pasar tenaga kerja, kesetaraan gender dan kebebasan individu dapat menjadi komponen penting dalam upaya pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, pendekatan ini memberikan kerangka kerja yang kuat untuk mencapai kesetaraan gender dan kebebasan individu dalam masyarakat. Dengan demikian, melalui implementasi kebijakan yang tepat, feminisme liberal dapat berkontribusi pada pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi perempuan dan masyarakat secara keseluruhan.

Tim Penulis: Muhammad Fahier Fabian, Ni Kadek Reisha, Putri Diah Lokahita, Wida Suryani, Putri Dewi Wimalasari, Alief Rahmadi.

Penulis :
Editor :

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




LAINNYA
error: Content is protected !!