25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Puluhan Jetty di Konut Tak Kantongi Izin, Salah Satunya Milik PT Cinta Jaya

Kendari, Britakita.net

Jetty II milik PT Cinta Jaya di Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum mengantongi izin.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peningkatan dan Pengembangan Sarana Prasarana, Dinas Perhubungan (Dishub) Konut, Achland, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (13/10).

“Yang punya izin cuma jetty I, kalau jetty II (PT Cinta Jaya) belum punya izin,” ungkap Achland melalui sambungan telepon wartawan dari Kendari.

Informasi yang dihimpun Media ini, meski belum mengantongi izin, jetty II PT Cinta Jaya sudah beroperasi, dan digunakan untuk aktivitas pemuatan ore nikel.

BACA JUGA :  Bantah Tudingan Illegal Mining, PT BMI Minta FPM Konut Minta Maaf

Terkait belum adanya izin jetty II tersebut namun diduga telah dioperasikan, Kuasa Direktur maupun Kuasa Hukum PT Cinta Jaya tak merespon permintaan konfirmasi yang dikirim Sultranesia melalui pesan singkat whatsapp pada Jumat (14/10).

Puluhan Jetty Ilegal Beroperasi di Konut

Dinas Perhubungan Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkapkan ada sekitar 20 jetty yang sedang beroperasi, namun belum mengantongi izin, alias jetty ilegal.

Jetty yang belum mengantongi izin namun telah digunakan untuk aktivitas pemuatan ore nikel tersebut tersebar di beberapa titik di Konut.

BACA JUGA :  Banyak yang Menggantungkan Hidup, Masyarakat Minta PT Bososi Beroprasi Lagi

“Data yang ada di kami (Dishub Konut) itu ada sekitar 20 jetty yang belum mengantongi izin tapi sementara beroperasi,” ungkap Achland.

Pihaknya, kata Achland, sudah menyurat ke Kementrian terkait agar menghentikan aktivitas jetty yang belum mengantongi izin itu.

“Kami sudah bersurat ke Kementerian terkait untuk jetty ilegal yang terindikasi melakukan operasional dan sama sekali tidak memiliki izin untuk kiranya kita instruksikan segera dihentikan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun media ini, jetty ilegal yang tetap beroperasi di Konut diduga digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal.

Laporan: Mar

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!