23.8 C
Kendari
Sabtu, Desember 3, 2022

Dukung Program Presiden Jokowi, Ratusan Petani Bombana Belajar Budidaya Tanaman Kopi, Target Hasilkan Tiga Ton Per Hektar

Bombana, Britakita.net

Ratusan petani dari 58 kelompok tani se Kabupaten Bombana belajar tentang cara budidaya tanaman kopi secara tepat.

Pembelajaran dilaksanakan dalam Sosialisasi Ekstensifikasi Tanaman Kopi di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana, Rabu (18/5/2022).

Sosialisasi yang digelar Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bombana ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten.

Narasumber yang hadir yakni dari Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara Ir. Agussalim, MP, dari Balai Karantina Kendari Supriyanto Riyo Jatmiko, SP.

Selain itu turut dihadirkan juga narasumber dan Konsultan Pengembang UMKM Bank Indonesia Asman Hadianto, SE.

Bupati Bombana H. Tafdil, S.E., MM, menuturkan, osialisasi ini bertujuan memberikan wawasan kepada petani tentang cara budidaya kopi secara tepat, baik jenis, jumlah, dan waktu.

“Diharapkan, petani memahami bagaimana jarak tanam, ukuran lubang , jarak pelindung, pemangkasan serta pengendalian hama penyakit serta teknis penanamannya,” terang Tafdil.

Bupati Bombana dua periode ini juga menegaskan, tanaman kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat penting bagi perekonomian di Indonesia.

BACA JUGA :  Merugikan, Masyarakat Bombana Minta PT Jhonlin Dihentikan

Pasalnya, komoditas ini memegang peranan penting sebagai penghasil devisa negara, selain komoditi lain seperti minyak dan gas.

“Selain peluang ekspor semakin terbuka, pasar kopi dalam negeri juga cukup besar bahkan dikonsumsi oleh selurih lapisan masyarakat sehingga segmen pasarnya sangat luas,” jelas Tafdil.

Orang nomor satu di Bombana ini juga menyebut, budidaya kopi merupakan salah satu program nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

“Presiden pernah menyampaikan arahan pada tahun 2018 bahwa kopi merupakan minuman yang sangat disenangi oleh semua kalangan mulai dari tingkat bawah sampai atas,” ungkap Tafdil.

Tafdil juga menjelaskan, tanaman kopi ini sudah ada sejak dahulu, tetapi petani atau orang tua kita tidak memperhatikan teknis budidaya yang baik untuk mendapatkan produksi yang tinggi.

BACA JUGA :  Wujudkan Kabupaten Layak Anak, Pemkab Bombana Bentuk FAD

Untuk di Kabupaten Bombana sendiri, varietas komoditas kopi yang ditanam petani adalah varietas lokal yang produksinya belum maksimal.

“Produksinya belum maksimal yaitu 0,42 – 0,7 ton/Hektar, yang seharusnya produksinya 2 sampai 3 ton/ha/tahun,” jelas Tafdil.

Untuk itu dirinya berharap, dengan hadirnya narasumber dari BPTP Sultra, Balai Karantina Pertanian Kendari dan Perwakilan Bank Indonesia dapat menyelesaikan permasalahan petani.

“Untuk memberikan pendampingan dan pelatihan, guna membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi petani. Sehingga nantinya petani dapat meningkatkan pendapatan petani,” tutup Tafdil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah,M.Si menjelaskan, tanaman kopi dikembangkan juga dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian dalam upaya peningkatan tiga kali ekspor.

“Pemkab Bombana memprogramkan kegiatan ekstensifikasi kopi di tahun 2022 seluas 510 Ha tersebar di 13 kecamatan lingkup Kabupaten Bombana,” singkat Muhammad Siarah.

Penulis : Fendi

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!