27.1 C
Kendari
Rabu, November 30, 2022

Remaja Laki-laki di Bombana Diperkosa Seorang Pria, Kasus Terbongkar Setelah Anunya Sakit, Polisi Cari Korban Lainnya

Kendari, Britakita.net

Aparat Kepolisian Resort (Polres) Bombana meminta agar anggota keluarga melaporkan jika anaknya pernah dicabuli IP, seorang pria yang dilaporkan memperkosa seorang remaja laki-laki.

Permintaan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Bombana, AKP. Muhammad Nur Sultan setelan kasus perkosaan remaja laki-laki dengan korban berinisial FM (17) terbongkar.

AKP Muhammad Nur mengungkapkan, musibah pahit yang dialami remaja asal Kecamatan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana, tersebut terjadi pada Minggu 12 Juni 2022 lalu.

FM diketahui diajak untuk datang kerumah pelaku IP dengan modus nongkrong dan cerita-cerita. Namun, diluar dugaan, pelaku memaksa korban untuk menyodominya.

“Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku mengancam korban untuk tidak memberitahukan orang-orang dan memberikan uang yang berjumlah Rp 150 ribu (kepada korban),” ungkapnya, Jumat, 8 Juli 2022.

BACA JUGA :  Guru dan Pelajar di Bombana Hadiri Sosialisasi Empar Pilar MPR RI

Ia juga mengungkapkan, seminggu setelah kejadian itu, korban mengalami kesakitan pada bagian kemaluannya. Kondisi itu membuat ibu korban curiga dan memaksa korban untuk bercerita.

“Ibu korban yang merasa curiga dengan sikap anaknya, dengan mendesak anaknya untuk jujur, sehingga anaknya menceritakan kejadian ini kepada ibunya,” ungkap AKP Muhammad Nur.

Atas pengakuan korban, sang Ibu langsung kaget dan marah dan menyampaikan kepada suaminya yang kemudian melaporkan kejadian ini di Polres Bombana.

AKP Nur Sultan menuturkan, bahwa perkara ini telah terima laporannya. Ia juga sudah memerintahkan kepada Kanit PPA untuk segera menindak lanjuti dan memproses kasus tersebut secara profesional.

BACA JUGA :  Operasi Patuh Anoa 2022, Ini Tujuh Prioritas Satlantas Polres Konsel

Ia juga meminta kepada masyarakat, untuk melakukan pengawasan ekstra terhadap anaknya dari pergaulan menyimpang. Dan meminta melaporkan jika pernah jadi korban IP.

“Dan juga perlunya pengawasan ekstra oleh orang tua terhadap anaknya agar di dalam pergaulan tidak menyimpang,” harapnya.

Atas kejadian terbut pelaku dijerat pasal, pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002

“Tentang perlindungan anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Laporan: Adh

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!