25.4 C
Kendari
Senin, Desember 5, 2022

Lakukan Pengawasan Selama Ramadan, BPOM Kendari Temukan 15 Item Barang Kadaluarsa Dijual Bebas di Masyarakat

Kendari, Britakita.net

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari menemukan barang kadaluwarsa beredar di masyarakat selama Ramadan 1443 H.

Temuan tersebut berdasarkan hasil pengawasan distribusi pangan di sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pengawasannya sendiri difokuskan pada disarana distribusi pangan seperti distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, dan para pembuat atau penjual parsel, serta pangan berbuka puasa.

Kepala BPOM Kendari Yosep Nahak Klau menuturkan, pengawasan yang dilakukan petugas BPOM Kendari dilaksanakan dal 6 tahap selama bulan Ramadhan.

Adapun jumlah pemeriksaan sarana distributor sebanyak 2 sarana dengan hasil 2 MK, dan sarana Ritel 34 sarana dengan hasil 12 MK dan 22 TMK.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan BPOM Kendari terhitung sejak 1 minggu sebelum ramadhan dan masih akan berjalan serta berakhir setelah satu minggu usai lebaran.

BACA JUGA :  Diduga Abaikan Pasien Gejala Gagal Ginjal, RS Tiara Sentosa Justru Minta Uang Muka

“Dan jumlah temuan produk yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) produk rusak 44 item, Kadaluarsa 15 item, tanpa ijin edar 16 item,” terang Yosep Nahak Klau dalam Konfrensi pers, Senin 25 April 2022.

Sementara itu, untuk total nilai ekonomis temuan BPOM Kendari dari hasil intensifikasi pangan menjelang ramadan 1443 H tahun 2022 adalah sebesar Rp 5.846 ribu.

Yosep juga menjelaskan, untuk pengawasan takjil di tiga Kabupaten yakni Kota Kendari, Kabupaten Muna, dan Konawe Selatan sebanyak 217 sampel dinyatakan Memenuhi Syarat (MS).

BACA JUGA :  Sultra Naik Dua Peringkat sebagai “Cukup Inofatif” Dalam Keterbukaan Informasi Publik

“Selain melakukan sampling dan pengujian jajanan takjil, juga melakukan edukasi kepada para penjual takjil yang aman di tengah pandemi Covid-19,” jelas Yosep.

Dirinya berharap, para pedagang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan baik itu dari menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan, jaga kebersihan, jaga kesehatan.

*Pastikan konsumsi pangan aman dan bergizi dan jaga stamina dan imunitas tubuh,” tegas Yosep.

Dirinya juga mengimbau para pelaku usaha untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan dalam menjalankan usahanya.

“Masyarakat juga agar menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan cek KLIK, (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluarsa),” pungkasnya.

Laporan : Rizal Saputra

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!